Diphenylacetic Acid (DPA) adalah senyawa organik yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa kompleks. Sebagai bahan dasar (building block), DPA berperan sebagai prekursor dalam pembuatan senyawa aromatik dan heterosiklik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan untuk membangun struktur molekuler yang lebih kompleks, baik dalam penelitian kimia organik maupun dalam pengembangan obat.
Diphenylacetic Acid memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang baik, sehingga memudahkan proses reaksi kimia. Struktur molekulnya yang terdiri dari gugus karboksilat dan dua gugus fenil memberikan keunikan dalam reaktivitasnya. Senyawa ini juga memiliki titik leleh yang tinggi, sehingga cocok untuk penyimpanan dan penggunaan dalam lingkungan laboratorium yang memerlukan kestabilan termal.
Di laboratorium Indonesia, Diphenylacetic Acid sering digunakan dalam penelitian kimia murni dan terapan. Bahan ini sangat relevan untuk institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian yang fokus pada sintesis senyawa organik. Ketersediaannya dalam berbagai kemasan memudahkan penggunaan dalam berbagai skala eksperimen.
- Sintesis senyawa aromatik kompleks karena struktur molekul yang stabil
- Pembuatan derivat asam karboksilat untuk studi reaktivitas kimia
- Pengembangan obat dengan struktur basis fenil karena kemampuannya dalam reaksi substitusi
- Reaksi esterifikasi untuk pembuatan senyawa ester
- Penelitian tentang reaktivitas gugus karboksilat dalam kondisi berbeda
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 117-34-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara |
Diphenylacetic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering. Hindari paparan langsung sinar matahari dan kelembapan untuk menjaga kualitas senyawa. Karena bersifat kimia, penggunaan harus dilakukan dengan perlengkapan pelindung seperti sarung tangan dan masker. Pastikan area penyimpanan terpisah dari bahan kimia yang reaktif untuk menghindari risiko kecelakaan.
- Koshima dkk. (2003). Photoreaction of 9-Methylbenz[c]acridine with Diphenylacetic Acid in the Chiral Cocrystal. HETEROCYCLES doi:10.3987/com-03-9848
- Jauhar dkk. (2017). Investigations on the growth, linear, nonlinear, dielectric tensor and thermal properties of an acidic molecule: diphenylacetic acid single crystal. Journal of Optics doi:10.1007/s12596-017-0418-x
- Silva dkk. (2007). Propeller-like Conformation of Diphenylacetic Acid. Journal of Chemical Crystallography doi:10.1007/s10870-007-9311-9
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
