Dipropylmalonic Acid (DPMA) adalah sebuah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang memungkinkan reaksi adisi dan polimerisasi, menjadikannya penting dalam bidang ilmu material dan kimia organik. Dalam laboratorium, DPMA sering digunakan sebagai monomer dalam pembuatan polimer dengan sifat tertentu. Bahan ini juga menjadi bahan baku untuk sintesis senyawa lain yang memiliki aplikasi dalam industri farmasi dan kimia.
Karakteristik utama dari DPMA adalah kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional lainnya, seperti amina, hidroksil, dan karboksilat. Sifat ini memungkinkan DPMA untuk berperan dalam reaksi yang memerlukan fleksibilitas struktur molekuler. Selain itu, DPMA memiliki stabilitas kimia yang cukup baik dalam kondisi laboratorium yang terkendali, sehingga memudahkan proses manipulasi dan penyimpanan.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, DPMA menjadi bahan yang relevan untuk penelitian di bidang ilmu material, kimia organik, dan teknologi polimer. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini untuk eksperimen yang bertujuan mengembangkan material baru atau memahami reaksi kimia tertentu.
- Sintesis polimer dengan sifat termoplastik untuk aplikasi industri
- Reaksi adisi untuk pembuatan senyawa kimia kompleks
- Pengembangan bahan kimia untuk industri farmasi dan obat
- Penelitian tentang struktur molekuler dan reaktivitas kimia
- Penggunaan dalam reaksi polimerisasi untuk membuat bahan komposit
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1636-27-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Monomers |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
DPMA harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah penguapan dan kontaminasi. Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Gunakan wadah berbahan plastik atau kaca yang tahan terhadap reaksi kimia. Selama penggunaan, pastikan area kerja bersih dan bebas dari bahan kimia lain yang dapat bereaksi. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk meminimalkan risiko paparan.
- Mondal dkk. (2004). 2,2′-Dipropylmalonic acid: intermolecular associationviastrong O—H...O hydrogen bonds. Acta Crystallographica Section E Structure Reports Online doi:10.1107/s1600536804033045
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
