Dibenzo[b,def]chrysene adalah senyawa aromatik polisiklik yang digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama dalam bidang kimia dan material. Bahan ini memiliki struktur kompleks yang membuatnya menjadi bahan penting dalam studi tentang sifat fisika dan kimia dari senyawa organik. Di laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa baru atau dalam analisis kualitatif dan kuantitatif. Karena sifatnya yang stabil dan reaktivitas tertentu, senyawa ini juga digunakan dalam penelitian tentang polusi lingkungan dan efek toksik pada makhluk hidup.
Dibenzo[b,def]chrysene memiliki sifat kimia yang unik, termasuk tingkat kestabilan tinggi dan kemampuan untuk membentuk ikatan kimia kompleks. Senyawa ini juga memiliki kemampuan untuk menyerap cahaya dan memancarkannya kembali, sehingga sering digunakan dalam penelitian optik dan material fungsional. Karakteristik ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk aplikasi yang membutuhkan reaktivitas terukur dan stabilitas kimia.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini digunakan untuk penelitian ilmiah di berbagai institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini menjadi bagian dari upaya peneliti untuk memahami sifat-sifat material dan mengembangkan teknologi baru yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.
- Penelitian tentang sifat optik dan elektronik dari senyawa aromatik
- Sintesis senyawa kompleks untuk pengembangan material baru
- Analisis kualitatif dan kuantitatif dalam kimia analitik
- Studi tentang dampak lingkungan dan toksisitas senyawa polisiklik
- Pengembangan teknologi sensor berbasis senyawa organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 189-64-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Nanocarbon Materials > Nanocarbon Unit Structures |
| Ukuran kemasan | 100mg |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Karena sifatnya yang stabil, penyimpanan di suhu kamar cukup memadai. Namun, penting untuk menghindari kontak langsung dengan kulit dan mata serta memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Penanganan harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah paparan yang tidak terkendali.
- Katz (1998). Dibenzo[a,l]pyrene (dibenzo[def,p]chrysene): fjord-region distortions. Carcinogenesis doi:10.1093/carcin/19.9.1641
- Amin dkk. (1995). Tumorigenicity in newborn mice of fjord region and other sterically hindered diol epoxides of benzo[g]chrysene, dibenzo[a, l]pyrene (dibenzo[def, p]chrysene), 4H-cyclopenta[def]chrysene and fluoranthene. Carcinogenesis doi:10.1093/carcin/16.11.2813
- Sharma dkk. (2004). A Highly Abbreviated Synthesis of Dibenzo[def,p]chrysene and Its 12-Methoxy Derivative, a Key Precursor for the Synthesis of the Proximate and Ultimate Carcinogens of Dibenzo[def,p]chrysene. The Journal of Organic Chemistry doi:10.1021/jo0303822
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
![Dibenzo[b,def]chrysene (CAS 189-64-0) - TCI D1005 - AMI Scientific](http://amiscientific.com/cdn/shop/files/TCI2510D1005.jpg?v=1769144128&width=1445)