N-(2,4-Dinitrophenyl)-L-leucine adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang khas, dengan gugus 2,4-dinitrofenil yang memberikan sifat reaktif dan sensitif terhadap berbagai reaksi kimia. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai substrat atau inhibitor dalam studi enzim dan mekanisme reaksi biokimia.
N-(2,4-Dinitrophenyl)-L-leucine memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat sensitif terhadap kelembapan dan paparan cahaya. Karakteristik ini membuatnya menjadi bahan yang ideal untuk eksperimen yang membutuhkan presisi dan kontrol lingkungan. Karena struktur molekulnya yang kompleks, senyawa ini juga digunakan dalam penelitian tentang interaksi protein dan peptida.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian biokimia, farmakologi, dan ilmu lingkungan. Banyak institusi penelitian dan universitas mengandalkan senyawa ini untuk studi tentang aktivitas enzim dan pengembangan obat. Ketersediaan dan kualitas bahan ini sangat penting dalam menjaga akurasi dan konsistensi hasil eksperimen.
- Digunakan dalam uji aktivitas enzim untuk memahami mekanisme katalitik.
- Cocok untuk studi interaksi peptida dan protein dalam lingkungan biologis.
- Berguna dalam pengembangan senyawa inhibitor untuk penelitian farmakologi.
- Dapat digunakan dalam analisis struktur molekuler menggunakan teknik spektroskopi.
- Memainkan peran penting dalam penelitian tentang mekanisme toksisitas senyawa kimia.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1655-57-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry |
| Ukuran kemasan | 100mg, 1g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari cahaya |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Saat mengambil atau memanfaatkan bahan ini, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk meminimalkan risiko kebocoran atau kontaminasi.
—
