3,5-Dichlorosalicylic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa organik. Bahan ini memiliki struktur molekul yang khas dengan dua gugus klor pada posisi 3 dan 5, yang memberikan sifat reaktif dan kemampuan untuk berikatan dengan berbagai substrat. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai reagen dalam reaksi substitusi, oksidasi, dan reaksi hidrolisis. Karena sifatnya yang stabil dan reaktif, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia.
3,5-Dichlorosalicylic Acid memiliki sifat kimia yang khas, yaitu kemampuan untuk berikatan dengan ion logam dan berbagai senyawa organik. Karena keberadaan gugus klor, senyawa ini memiliki polaritas yang tinggi dan kelarutan yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan etanol. Sifat ini membuatnya sangat cocok untuk digunakan dalam reaksi kimia yang membutuhkan reaktivitas tinggi dan kelarutan yang baik. Selain itu, senyawa ini juga memiliki stabilitas yang baik dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan penyimpanan dan penggunaan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Di laboratorium Indonesia, 3,5-Dichlorosalicylic Acid sering digunakan dalam penelitian kimia, terutama dalam bidang sintesis senyawa organik dan analisis kualitatif. Bahan ini juga ditemukan dalam beberapa eksperimen pendidikan untuk mengenalkan siswa pada konsep reaksi kimia dan sifat senyawa organik. Karena keberadaannya yang cukup luas dan ketersediaannya yang relatif mudah, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai laboratorium di Indonesia.
- Reaksi substitusi dalam sintesis senyawa organik karena reaktivitas tinggi dan kemampuan berikatan dengan berbagai substrat
- Analisis kualitatif untuk mengidentifikasi ion logam berat dalam sampel karena kemampuan berikatan dengan ion logam
- Reaksi hidrolisis untuk menghasilkan senyawa intermediat dalam proses sintesis kimia
- Eksperimen pendidikan untuk mengenalkan siswa pada konsep reaksi kimia dan sifat senyawa organik
- Pengujian kualitas air untuk mendeteksi kandungan logam berat melalui reaksi kompleksasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 320-72-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung |
3,5-Dichlorosalicylic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu ruangan yang stabil dan kering. Karena sifat kimianya yang reaktif, bahan ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Selain itu, bahan ini tidak boleh disimpan bersama bahan kimia yang bersifat basa atau reaktif untuk mencegah reaksi tidak diinginkan.
- Basson dkk. (2007). Identification of a cytochrome P450 cDNA (CYP98A5) from Phaseolus vulgaris, inducible by 3,5-dichlorosalicylic acid and 2,6-dichloro isonicotinic acid. Journal of Plant Physiology doi:10.1016/j.jplph.2006.02.006
- Carroll dkk. (1993). Washoff of Dicamba and 3,6-Dichlorosalicylic Acid from Turfgrass Foliage. Weed Technology doi:10.1017/s0890037x00027858
- Paul dkk. (2012). Spectral deciphering of the interaction between an intramolecular hydrogen bonded ESIPT drug, 3,5-dichlorosalicylic acid, and a model transport protein. Physical Chemistry Chemical Physics doi:10.1039/c2cp23496c
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
