2,6-Dichlorobenzonitrile adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang sederhana namun sangat penting dalam reaksi kimia yang melibatkan substitusi dan reaksi elektrofilik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk memproduksi senyawa-senyawa yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, material, dan industri kimia.
Karakteristik utama dari 2,6-Dichlorobenzonitrile adalah kestabilannya dalam kondisi tertentu dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi kimia. Senyawa ini memiliki grup nitril yang sangat reaktif, sehingga mudah bereaksi dengan berbagai reaktan seperti alkil halida, amina, atau logam alkali. Sifat reaktivitas ini menjadikannya pilihan utama dalam berbagai proses sintesis.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian ilmiah dan pengembangan produk kimia. Karena tersedia dalam bentuk padat dan mudah disimpan, senyawa ini sangat cocok untuk digunakan dalam berbagai jenis eksperimen kimia. Ketersediaan produk ini juga mendukung penelitian lokal yang membutuhkan bahan baku kimia berkualitas tinggi.
- Sintesis senyawa farmakologis yang memerlukan substitusi klor pada struktur aromatik
- Pengembangan bahan polimer dengan sifat tertentu melalui reaksi nitril
- Reaksi elektrofilik untuk menghasilkan senyawa heterosiklik
- Pembuatan senyawa intermediet untuk produksi obat dan bahan kimia industri
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa aromatik dalam kondisi tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1194-65-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
2,6-Dichlorobenzonitrile harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindungi dari paparan cahaya langsung serta kelembapan. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, penting untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini mungkin bersifat iritatif. Selalu pastikan area kerja bersih dan terkontrol untuk menghindari kontaminasi dan kecelakaan.
- K. Ryu dkk. (1992). The Reactions of 2,6-Dichlorobenzonitrile Oxide with Pyrimidine Derivatives. HETEROCYCLES doi:10.3987/com-92-6071
- Tanaka dkk. (1994). Reductive electropolymerization of 2,5-dichlorobenzonitrile. Journal of the Chemical Society, Chemical Communications doi:10.1039/c39940001071
- Surabhi Singhal (2025). Comparative study of Spectroscopic Analysis of 2 Chloro 5 Nitrobenzonitrile and 2,5 Dichlorobenzonitrile. International Journal of Scientific Development and Research doi:10.56975/ijsdr.v10i7.304166
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
