2,4-Dibromoaniline adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam pembentukan senyawa heterosiklik atau senyawa dengan struktur aromatik. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan pembangun (building block) yang sangat penting dalam penelitian kimia organik. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini sering digunakan dalam reaksi substitusi elektrofilik dan reaksi kondensasi.
2,4-Dibromoaniline memiliki struktur aromatik yang stabil, dengan dua gugus bromo yang mengikat pada posisi 2 dan 4. Sifat ini membuatnya sangat cocok untuk reaksi substitusi dan reaksi penggantian yang memerlukan kestabilan struktur dasar. Selain itu, senyawa ini memiliki sifat kimia yang dapat diatur dengan berbagai kondisi reaksi, sehingga memungkinkan variasi hasil produk akhir. Keberadaan gugus amina juga memungkinkan reaksi dengan berbagai reagen lain.
Di laboratorium Indonesia, 2,4-Dibromoaniline sering digunakan dalam penelitian kimia organik oleh institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset. Bahan ini menjadi pilihan utama karena ketersediaannya dan kehandalannya dalam berbagai aplikasi sintetik. Peneliti lokal sering memanfaatkan senyawa ini untuk mengembangkan senyawa baru yang memiliki aplikasi dalam farmasi, material, atau industri kimia.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat
- Reaksi substitusi elektrofilik dalam pembentukan senyawa aromatik
- Pengembangan bahan kimia untuk industri material
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa aromatik
- Pembuatan senyawa intermediet dalam sintesis kompleks
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 615-57-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 10g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
2,4-Dibromoaniline harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan. Bahan ini bersifat reaktif dan harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan peralatan pelindung seperti sarung tangan dan masker. Simpan di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif. Pastikan area penyimpanan memenuhi standar keselamatan laboratorium untuk mencegah risiko kecelakaan atau kontaminasi.
- Kádár dkk. (2001). The electrochemical oxidation of 4-bromoaniline, 2,4-dibromoaniline, 2,4,6-tribromoaniline and 4-iodoaniline in acetonitrile solution. Electrochimica Acta doi:10.1016/s0013-4686(01)00538-2
- Wang dkk. (2022). Aquatic photolysis of the pharmaceutical ambroxol: The role of 2,4-dibromoaniline chromophore and heavy atom effect of bromine. Water Research doi:10.1016/j.watres.2022.119275
- Díaz dkk. (2003). Synthesis, characterization and electrical properties of poly(dibromoaniline-co-aniline)s. Journal of Materials Science doi:10.1023/a:1023961319841
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
