1,3-Dibenzylidene-2-cyclohexanone adalah senyawa organik yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam proses pembuatan senyawa heterosiklik dan turunannya, karena struktur kimianya yang stabil dan reaktivitas yang baik. Dalam laboratorium, senyawa ini digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan senyawa dengan struktur kompleks yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, material, dan kimia organik.
Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang terdiri dari sikloheksanon yang terikat dengan dua gugus benzilidena. Karakteristik ini membuatnya menjadi bahan yang sangat diminati dalam sintesis senyawa baru, karena kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia seperti reaksi Diels-Alder dan reaksi kondensasi. Sifat kimianya yang stabil juga memungkinkan penggunaannya dalam berbagai kondisi laboratorium tanpa mudah terdegradasi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan oleh peneliti kimia dan ilmuwan untuk pengembangan senyawa baru yang memiliki potensi aplikasi medis atau industri. Ketersediaan bahan ini dalam bentuk kemasan kecil seperti 1 gram memudahkan penggunaan dalam skala kecil dan eksperimen yang memerlukan presisi tinggi.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi kimia untuk pembuatan senyawa dengan struktur kompleks
- Pengujian katalis dalam reaksi organik yang memerlukan bahan baku stabil
- Penelitian material baru dengan struktur molekuler yang unik
- Pengembangan senyawa farmasi yang memerlukan reaktivitas tinggi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 897-78-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah penyerapan kelembapan dan kontaminasi. Karena bersifat organik, sebaiknya disimpan jauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Penggunaan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia dianjurkan. Dalam penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk meminimalkan paparan langsung.
- Gayen dkk. (2015). ChemInform Abstract: Selective Synthesis of 6′‐Arylidene‐1‐aryl‐3‐aryl‐spiro[pyrrolizidine‐2,2′‐cyclohexanone] by Cycloaddition of Azomethine Ylides to Dibenzylidene Cyclohexanone.. ChemInform doi:10.1002/chin.201536132
- Habibie dkk. (2025). In Silico Study of Dibenzylidene Cyclohexanone-Based Curcumin Analogs as Potential Inhibitors of Breast Cancer Receptor Proteins. The Open Bioinformatics Journal doi:10.2174/0118750362383003250527080758
- Gayen dkk. (2014). Selective Synthesis of 6′‐Arylidene‐1‐aryl‐3‐aryl‐spiro[pyrrolizidine‐2,2′‐cyclohexanone] by Cycloaddition of Azomethine Ylides to Dibenzylidene Cyclohexanone. Journal of Heterocyclic Chemistry doi:10.1002/jhet.2196
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
