2,5-Dimethylbenzothiazole adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia yang memerlukan struktur aromatik dengan substitusi pada posisi tertentu. Dalam laboratorium, senyawa ini memiliki peran penting dalam pengembangan senyawa baru, terutama dalam bidang farmakologi dan material kimia. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini menjadi pilihan utama para peneliti dalam berbagai eksperimen kimia.
Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang kompleks, terdiri dari cincin benzothiazol dengan dua gugus metil pada posisi 2 dan 5. Struktur ini memberikan sifat kimia yang unik, seperti kemampuan untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsi lain. Karakteristik ini menjadikannya sangat cocok untuk reaksi substitusi dan reaksi siklis. Selain itu, senyawa ini memiliki stabilitas yang baik dalam kondisi laboratorium yang terkendali, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Karena kebutuhan akan senyawa heterosiklik yang berkualitas, produk ini menjadi pilihan utama para peneliti yang ingin melakukan eksperimen dengan presisi tinggi.
- Sintesis senyawa farmakologis sebagai bahan baku dalam pengembangan obat
- Reaksi kimia untuk pembuatan senyawa heterosiklik dengan struktur kompleks
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa aromatik dalam kondisi tertentu
- Pengembangan material kimia dengan sifat tertentu seperti konduktivitas atau stabilitas
- Eksperimen kimia untuk memahami mekanisme reaksi dan struktur molekul
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 95-26-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 10g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk menjaga stabilitasnya. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil juga dianjurkan. Dalam penggunaan, pastikan wadah tidak terbuka terlalu lama untuk mencegah penguapan. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini, karena sifat kimianya yang reaktif memerlukan kehati-hatian dalam penggunaan.
- (2017). Studies of Fe(II), Mn(II), Cr(II), Ni(II), Co(II) and Cu(II) Complexes with Schiff Base Derived from 2-Amino-4,6-dimethylbenzothiazole and Pyridine-2-aldehyde. Chemical Science Transactions doi:10.7598/cst2017.1354
- Badiea dkk. (2009). Effect of temperature and fluid velocity on corrosion mechanism of low carbon steel in presence of 2-hydrazino-4,7-dimethylbenzothiazole in industrial water medium. Corrosion Science doi:10.1016/j.corsci.2009.06.011
- Deshpande (2021). Study of Metal Complexes with Schiff Base Derived from 2-Amino-4, 6-dimethylbenzothiazole and Pyrrole-2- aldehyde. International Journal for Research in Applied Science and Engineering Technology doi:10.22214/ijraset.2021.37518
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
