Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 102-32-9

3,4-Dihydroxyphenylacetic Acid TCI D1283

3,4-Dihydroxyphenylacetic Acid TCI D1283
Harga reguler Rp 7.319.550,00
Harga reguler Harga obral Rp 7.319.550,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D1283 3,4-Dihydroxyphenylacetic Acid, yang di kalangan peneliti biomedis lebih dikenal sebagai DOPAC, adalah asam karboksilat aromatik bergugus katekol yang memiliki peran khusus sebagai metabolit utama dopamin dalam tubuh. Selain berfungsi sebagai building block non-heterosiklik untuk sintesis organik, senyawa ini banyak dipakai sebagai bahan acuan dan bahan uji dalam penelitian neurokimia, farmakologi, serta analisis biokimia klinis. Kehadirannya memungkinkan peneliti melacak jalur metabolisme katekolamin dan mengevaluasi aktivitas enzim yang terlibat dalam proses tersebut secara terukur di laboratorium.

Karakteristik utamanya terletak pada dua gugus hidroksil fenolik yang berdekatan pada cincin aromatik, yang membentuk motif katekol. Motif ini memberikan sifat pereduksi dan kemampuan mengikat logam melalui pembentukan kompleks kelat, sekaligus menjadikannya elektroaktif sehingga mudah dideteksi menggunakan detektor elektrokimia pada sistem HPLC. Di sisi lain, gugus katekol juga membuat senyawa ini peka terhadap oksidasi oleh udara, cahaya, dan kondisi basa, sehingga penanganannya menuntut kehati-hatian. Gugus asam asetat pada rantai sampingnya memberi sifat asam lemah dan membuka jalan untuk reaksi esterifikasi maupun amidasi dalam pekerjaan sintesis.

Di Indonesia, senyawa ini kerap digunakan di laboratorium riset kesehatan, fakultas farmasi, dan pusat penelitian ilmu hayati yang mempelajari sistem saraf serta metabolisme neurotransmiter. Kemasan 25 g memberikan cadangan yang memadai bagi laboratorium yang menjalankan analisis rutin berbasis HPLC maupun rangkaian percobaan biokimia berulang, sekaligus tetap praktis untuk disimpan dalam kondisi terkendali di lemari pendingin laboratorium sesuai prosedur penyimpanan bahan yang peka oksidasi.

  • Bahan acuan analisis metabolit dopamin, karena DOPAC merupakan produk metabolisme dopamin sehingga penting untuk kalibrasi dan identifikasi pada analisis neurokimia.
  • Analisis HPLC dengan detektor elektrokimia, sebab gugus katekolnya sangat elektroaktif sehingga menghasilkan respons deteksi yang tajam pada potensial oksidasi rendah.
  • Penelitian aktivitas enzim monoamin oksidase dan katekol-O-metiltransferase, karena senyawa ini terlibat langsung dalam jalur metabolisme katekolamin yang diteliti.
  • Uji aktivitas antioksidan berbasis katekol, karena kemampuan gugus dihidroksi aromatik mendonorkan atom hidrogen menjadikannya model senyawa peredam radikal bebas.
  • Sintesis turunan katekol dan bahan antara farmasi, sebab gugus karboksilatnya siap diesterifikasi atau diamidasi untuk membentuk molekul target yang lebih kompleks.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode katalog D1283
Nomor CAS 102-32-9
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g
Bentuk fisik padatan kristalin (serbuk), peka terhadap udara dan cahaya
Penyimpanan simpan dingin, terlindung cahaya, dalam wadah tertutup rapat

Senyawa katekol seperti DOPAC mudah teroksidasi, sehingga disarankan menyimpannya di lemari pendingin dalam wadah tertutup rapat yang terlindung dari cahaya, sebaiknya botol kaca gelap atau botol asli yang dibungkus pelindung cahaya. Bila memungkinkan, simpan di bawah gas inert dan hindari paparan udara berkepanjangan saat penimbangan. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun pada padatan. Gunakan spatula kering, timbang cepat, dan segera tutup kembali. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta hindari kontak langsung dengan kulit dan mata.

  • Michalkiewicz dkk. (2010). Anodic oxidation of 3,4-dihydroxyphenylacetic acid on carbon electrodes in acetic acid solutions. Bioelectrochemistry doi:10.1016/j.bioelechem.2009.11.002
  • Raj dkk. (2001). Simultaneous Electroanalysis of Ascorbic Acid, Dihydroxyphenylacetic Acid, Homovanillic Acid and Uric Acid Using Gold Electrode Modified with Cationic Self-Assembled Monolayers. Chemistry Letters doi:10.1246/cl.2001.670
  • Chapman dkk. (1990). Effects of phencyclidine on extracellular levels of dopamine, dihydroxyphenylacetic acid and homovanillic acid in conscious and anesthetized rats. Neuropharmacology doi:10.1016/0028-3908(90)90089-a

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.