Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 7084-86-8

Sodium 2,4-Dichlorophenoxyacetate Monohydrate TCI D1319

Sodium 2,4-Dichlorophenoxyacetate Monohydrate TCI D1319
Harga reguler Rp 856.800,00
Harga reguler Harga obral Rp 856.800,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D1319 Sodium 2,4-Dichlorophenoxyacetate Monohydrate adalah bentuk garam natrium terhidrat dari asam 2,4-diklorofenoksiasetat, senyawa auksin sintetik yang sangat dikenal dalam ilmu tumbuhan. Senyawa dengan nomor CAS 7084-86-8 ini berperan sebagai zat pengatur tumbuh yang meniru kerja hormon auksin alami pada jaringan tanaman, sehingga banyak dipakai dalam penelitian kultur jaringan, fisiologi tumbuhan, dan kajian nutrisi serta pertumbuhan sel. Bentuk garam natriumnya menjadikan senyawa ini jauh lebih mudah larut dalam air dibandingkan bentuk asam bebas, sehingga penyiapan larutan stok untuk media kultur menjadi lebih praktis dan cepat.

Sifat yang membuatnya dipilih adalah kelarutan air yang baik, kestabilan sebagai padatan kristalin terhidrat, dan aktivitas auksin yang kuat pada konsentrasi rendah. Dalam kultur jaringan tanaman, senyawa golongan ini dikenal sangat efektif menginduksi pembentukan kalus dan mendorong embriogenesis somatik pada banyak jenis tanaman, termasuk kelompok serealia yang sulit diinduksi dengan auksin lain. Karena berbentuk garam, bahan ini mudah ditimbang, mudah dilarutkan tanpa memerlukan basa tambahan atau pelarut organik, dan tercampur homogen dalam media berbasis air. Kandungan air kristal yang tetap juga membantu konsistensi penimbangan selama disimpan dalam kondisi yang sesuai.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini banyak digunakan oleh laboratorium kultur jaringan pertanian, bioteknologi tanaman, dan pemuliaan tanaman di universitas maupun lembaga penelitian. Kegiatan perbanyakan bibit unggul, regenerasi tanaman dari kalus, serta penelitian herbisida dan respons fisiologis tanaman sangat bergantung pada ketersediaan auksin sintetik yang konsisten. Kemasan 25 g cocok untuk penelitian skala laboratorium, sedangkan kemasan 500 g melayani kebutuhan laboratorium kultur jaringan yang rutin menyiapkan media dalam jumlah besar.

  • Induksi kalus pada kultur jaringan tanaman, karena senyawa ini merupakan auksin sintetik kuat yang efektif memicu dediferensiasi sel eksplan menjadi kalus.
  • Penelitian embriogenesis somatik dan regenerasi tanaman, sebab auksin jenis ini banyak dipakai pada protokol serealia dan tanaman yang sulit diregenerasi.
  • Kajian fisiologi hormon tumbuhan, karena aktivitas auksinnya yang stabil memungkinkan peneliti mempelajari respons pertumbuhan, pemanjangan sel, dan pembentukan akar secara terkendali.
  • Penelitian mekanisme kerja dan resistensi herbisida, sebab senyawa ini adalah bahan aktif herbisida auksinik klasik yang menjadi model kajian selektivitas tanaman.
  • Penyiapan media kultur berbasis air, karena bentuk garam natrium terhidratnya larut dengan mudah sehingga tidak memerlukan pelarut organik atau penyesuaian basa tambahan.

Merek TCI
Nomor CAS 7084-86-8
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Life Science > Cell Biology > Nutrition Research
Ukuran kemasan 25 g dan 500 g
Bentuk fisik padatan
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, tertutup rapat, dan terlindung dari cahaya

Simpan bahan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya matahari langsung agar kandungan air kristal dan mutu bahan tetap terjaga. Gunakan wadah kaca atau plastik yang kompatibel dan berpenutup baik, serta pisahkan penyimpanannya dari bahan pangan, media steril, dan reagen biologi lain untuk mencegah kontaminasi silang. Timbang bahan di area berventilasi baik dan hindari terbentuknya debu yang dapat terhirup. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium selama penanganan, cuci tangan setelah bekerja, serta buang sisa larutan sesuai prosedur pengelolaan limbah laboratorium yang berlaku.