Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 4839-46-7

3,3-Dimethylglutaric Acid TCI D1322

3,3-Dimethylglutaric Acid TCI D1322
Harga reguler Rp 3.129.000,00
Harga reguler Harga obral Rp 3.129.000,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D1322 3,3-Dimethylglutaric Acid adalah asam dikarboksilat rantai lima karbon yang membawa dua gugus metil pada posisi karbon ketiga. Senyawa ini termasuk golongan building block non-heterosiklik, yaitu bahan pemula berukuran kecil yang dipakai untuk merangkai kerangka molekul yang lebih besar di laboratorium sintesis organik. Peranannya di meja kerja cukup mendasar: ia menyediakan dua gugus karboksil yang siap diesterifikasi, diamidasi, direduksi, maupun disiklisasi menjadi anhidrida dan imida, sehingga banyak dipakai peneliti kimia obat, kimia material, dan kimia polimer sebagai titik awal jalur sintesis yang membutuhkan pengatur jarak (spacer) berkarbon pendek dengan percabangan tetap.

Karakteristik yang membuat senyawa ini dipilih terletak pada dua gugus metil geminal di posisi tengah rantai. Percabangan tersebut menimbulkan efek sterik yang dikenal luas sebagai efek gem-dimetil, yang secara umum mendorong kedua ujung karboksil saling mendekat sehingga reaksi penutupan cincin berlangsung lebih mudah dibandingkan asam glutarat biasa. Selain itu, percabangan ini menghalangi rotasi bebas rantai dan menambah sifat lipofilik ringan pada produk turunannya. Wujudnya berupa padatan pada suhu ruang, sehingga mudah ditimbang dengan neraca analitik, mudah dilarutkan dalam pelarut organik polar, dan praktis disimpan tanpa perlakuan khusus yang rumit.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini umum dijumpai pada kelompok riset kimia organik dan farmasi di perguruan tinggi maupun lembaga penelitian yang mengembangkan senyawa turunan baru. Ketersediaan kemasan 25 g cocok untuk skala penelitian tesis, disertasi, dan optimasi reaksi, sedangkan kemasan 500 g menjawab kebutuhan laboratorium yang sudah masuk tahap scale-up atau menjalankan sintesis berulang. Kondisi iklim tropis yang lembap membuat penyimpanan dalam wadah tertutup rapat menjadi kebiasaan yang penting agar mutu bahan terjaga sepanjang masa penelitian.

  • Sintesis anhidrida siklik, karena kedua gugus karboksil pada senyawa ini mudah didehidrasi membentuk cincin enam anggota yang stabil dan reaktif untuk asilasi lanjutan.
  • Pembuatan turunan imida, sebab reaksi dengan amonia atau amina primer menghasilkan kerangka glutarimida tersubstitusi yang banyak diteliti dalam pengembangan senyawa bioaktif.
  • Bahan pemula kimia obat, karena percabangan gem-dimetilnya memberi kekakuan konformasi yang sering dipakai untuk mengunci orientasi gugus farmakofor pada molekul kandidat.
  • Monomer atau ko-monomer poliester dan poliamida, karena dua gugus karboksilnya dapat berpolikondensasi dengan diol maupun diamina menghasilkan rantai polimer bercabang.
  • Studi mekanisme reaksi siklisasi, karena senyawa ini menjadi model klasik untuk membandingkan laju penutupan cincin akibat pengaruh sterik substituen pada rantai.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 4839-46-7
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g dan 500 g
Bentuk fisik padatan (serbuk hingga kristal) pada suhu ruang
Penyimpanan simpan dalam wadah tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari kelembapan

Simpan botol dalam keadaan tertutup rapat di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, serta berventilasi baik, dan jauhkan dari basa kuat maupun sumber panas. Gunakan wadah asli dari pabrik atau botol kaca bertutup ulir dengan pelapis inert bila perlu dipindahkan, lalu beri label yang jelas mencakup nama senyawa dan nomor CAS. Lakukan penimbangan pada area berventilasi atau di dalam lemari asam untuk menghindari terhirupnya debu halus. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium selama penanganan, serta bersihkan tumpahan padatan secara mekanis sebelum area dibilas. Tutup kembali wadah segera setelah digunakan agar bahan tidak menyerap uap air dari udara tropis yang lembap.

  • Ozegowski dkk. (1993). Synthesis of 2,4-dimethylglutaric acid monoesters via enzyme-catalyzed asymmetric alcoholysis of meso-2,4-dimethylglutaric anhydride. Tetrahedron: Asymmetry doi:10.1016/s0957-4166(00)80177-9
  • OZEGOWSKI dkk. (1993). ChemInform Abstract: Enzymes in Organic Synthesis. Part 17. Synthesis of 2,4‐ Dimethylglutaric Acid Monoesters (III) via Enzyme‐Catalyzed Asymmetric Alcoholysis of meso‐2,4‐Dimethylglutaric Anhydride (I).. ChemInform doi:10.1002/chin.199331068
  • Ozegowski dkk. (1994). Enzymes in organic synthesis, 19. The enzyme‐catalyzed sequential esterification of (±)‐anti‐2,4‐dimethylglutaric anhydride. – An efficient route to enantiomerically enriched mono‐ and diesters of anti‐2,4‐dimethylglutaric acid. Liebigs Annalen der Chemie doi:10.1002/jlac.199419940218

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.