Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 330-54-1

3-(3,4-Dichlorophenyl)-1,1-dimethylurea TCI D1328

3-(3,4-Dichlorophenyl)-1,1-dimethylurea TCI D1328
Harga reguler Rp 946.050,00
Harga reguler Harga obral Rp 946.050,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D1328 3-(3,4-Dichlorophenyl)-1,1-dimethylurea adalah senyawa turunan urea tersubstitusi yang dikenal luas di kalangan peneliti sebagai penghambat aliran elektron fotosintesis. Senyawa ini bekerja pada fotosistem II, yaitu kompleks protein di membran tilakoid yang bertanggung jawab memecah air dan mengalirkan elektron ke rantai transpor berikutnya. Dengan menempati situs pengikatan plastokuinon pada protein D1, senyawa ini memutus aliran elektron secara spesifik dan terukur. Karena itulah ia menjadi alat penelitian standar dalam kajian bioenergetika tumbuhan, alga, dan sianobakteri, serta dipakai untuk mengurai kontribusi masing-masing fotosistem terhadap keseluruhan proses.

Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah spesifisitas dan reprodusibilitas kerjanya. Penghambatan yang dihasilkan berlangsung cepat, terjadi pada titik yang sangat jelas dalam rantai transpor elektron, dan menghasilkan perubahan sinyal fluoresensi klorofil yang khas sehingga mudah dipantau menggunakan fluorometer. Cincin aromatik terdiklorinasi memberi sifat lipofilik yang memudahkan senyawa menembus membran, sementara gugus dimetilurea menyediakan pola ikatan hidrogen yang cocok dengan kantong pengikatan target. Senyawa ini berwujud padatan kristalin yang praktis kelarutannya rendah dalam air, sehingga larutan induk biasanya disiapkan dalam pelarut organik seperti etanol, metanol, atau dimetil sulfoksida.

Di Indonesia, senyawa ini kerap digunakan oleh laboratorium fisiologi tumbuhan, biologi sel, mikrobiologi akuatik, dan ilmu lingkungan di perguruan tinggi maupun lembaga riset. Aplikasi umumnya mencakup uji aktivitas fotosintesis pada kultur mikroalga, kajian stres pada tanaman pangan, hingga bioasai kualitas perairan. Kemasan 25 g sesuai untuk kebutuhan riset rutin, sedangkan kemasan 500 g melayani laboratorium dengan volume pengujian yang besar. Karena bersifat toksik, pengelolaan limbahnya perlu mengikuti prosedur laboratorium yang berlaku.

  • Kajian mekanisme fotosintesis, karena senyawa ini menghambat transpor elektron di fotosistem II secara spesifik sehingga kontribusi tiap fotosistem dapat dipisahkan.
  • Pengukuran fluoresensi klorofil, sebab penghambatan yang ditimbulkannya menghasilkan kenaikan sinyal fluoresensi yang khas dan menjadi acuan penentuan parameter efisiensi fotokimia.
  • Penelitian kultur mikroalga dan sianobakteri, karena senyawa ini memungkinkan peneliti mematikan sementara aktivitas fotosintesis tanpa merusak struktur sel secara langsung.
  • Bioasai toksisitas perairan, sebab respons fotosintesis organisme uji terhadap senyawa penghambat ini dipakai sebagai pembanding positif dalam rancangan percobaan.
  • Studi metabolisme dan nutrisi sel, karena penghentian pasokan energi fotosintetik membantu peneliti menelusuri jalur metabolik alternatif dan kebutuhan sumber karbon sel.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 330-54-1
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Life Science > Cell Biology > Nutrition Research
Ukuran kemasan 25 g dan 500 g
Bentuk fisik padatan kristalin berwarna putih, kelarutan rendah dalam air
Penyimpanan simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya

Senyawa ini bersifat toksik sehingga penanganannya harus dilakukan dengan disiplin. Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat, di lemari bahan kimia terkunci yang sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya matahari langsung. Timbang bahan di dalam lemari asam atau timbangan berpenghisap untuk mencegah terhirupnya debu halus. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, masker yang sesuai, dan jas laboratorium selama penanganan, lalu cuci tangan segera setelah selesai. Larutan induk sebaiknya disiapkan dan diberi label jelas, disimpan dalam botol kaca gelap. Kumpulkan seluruh limbah padat maupun cair dalam wadah limbah berbahaya terpisah, dan jangan sekali-kali membuangnya ke saluran air.