2,2-Dichloropropionic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik sebagai bahan baku atau reaktan. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia yang memerlukan senyawa dengan struktur karbon yang sederhana namun memiliki substitusi klorin. Dalam konteks laboratorium, senyawa ini memiliki peran penting dalam sintesis senyawa organik kompleks, terutama dalam reaksi substitusi dan reaksi pembentukan ester.
Karakteristik utama dari 2,2-Dichloropropionic Acid adalah kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi kimia dengan berbagai kondisi, seperti reaksi hidrolisis, esterifikasi, dan reaksi substitusi elektrofilik. Senyawa ini juga memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan proses manipulasi dan penyimpanan. Karena kestabilannya dan kemampuannya untuk berinteraksi dengan berbagai reaktan, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam banyak aplikasi laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, 2,2-Dichloropropionic Acid digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama dalam bidang sintesis senyawa organik dan analisis kimia. Bahan ini sering ditemukan dalam penelitian yang berkaitan dengan pengembangan obat, bahan kimia industri, dan studi tentang reaktivitas senyawa organik. Ketersediaannya di pasar lokal menjadikannya pilihan yang relevan bagi para peneliti dan praktisi kimia di Indonesia.
- Sintesis senyawa organik kompleks membutuhkan bahan baku yang reaktif dan stabil, sehingga cocok untuk reaksi substitusi dan pembentukan ester.
- Reaksi hidrolisis untuk menghasilkan senyawa dengan struktur berbeda membutuhkan bahan yang mampu berpartisipasi dalam reaksi kimia.
- Analisis kimia untuk identifikasi dan karakterisasi senyawa organik memerlukan bahan yang memiliki sifat kimia yang dapat diprediksi.
- Pengembangan obat dan farmakologi membutuhkan senyawa dengan struktur tertentu yang dapat diubah melalui reaksi kimia.
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa organik membutuhkan bahan yang memiliki variasi substitusi dan reaktivitas yang dapat dikontrol.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 75-99-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering. |
2,2-Dichloropropionic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah kontaminasi dan reaksi kimia yang tidak diinginkan. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap reaksi kimia, seperti plastik atau gelas. Dalam penanganan, harus dihindari kontak langsung dengan kulit, mata, dan pernapasan. Gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan area penyimpanan memiliki ventilasi yang baik dan tidak terpapar sinar matahari langsung.
- ONDA dkk. (1990). A new approach for enzymatic synthesis of D-3-chlorolactic acid from racemic 2,3-dichloropropionic acid by halo acid dehalogenase.. Agricultural and Biological Chemistry doi:10.1271/bbb1961.54.3031
- Onda dkk. (1990). A New Approach for Enzymatic Synthesis ofd-3-Chlorolactic Acid from Racemic 2,3-Dichloropropionic Acid by Halo Acid Dehalogenase. Agricultural and Biological Chemistry doi:10.1080/00021369.1990.10870449
- (2020). Identification and Characterization of a 2,2-Dichloropropionic Acid (2,2-DCP) Degrading Alkalotorelant Bacterium Strain BHS1 Isolated from Blue Lake, Turkey. Journal of Tropical Life Science doi:10.11594/jtls.10.03.08
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
