TCI D1383 2,3-Dibromopropionic Acid adalah asam karboksilat berantai tiga karbon yang membawa dua atom brom pada posisi dua dan tiga. Sebagai non-heterocyclic building block, senyawa ini menyediakan tiga titik reaktif sekaligus dalam satu molekul kecil: gugus asam karboksilat, satu brom pada karbon alfa, dan satu brom pada karbon beta. Kombinasi tersebut membuatnya berguna sebagai bahan awal untuk membangun turunan alifatik terfungsikan, baik melalui substitusi nukleofilik maupun melalui reaksi eliminasi yang menghasilkan sistem tak jenuh.
Sifat yang membuat bahan ini dipilih adalah reaktivitas atom bromnya sebagai gugus pergi yang baik, sehingga mudah digantikan nukleofil seperti amina, tiol, atau alkoksida. Perbedaan lingkungan elektronik antara posisi alfa dan beta memberi peluang reaksi yang selektif bila kondisi dikendalikan dengan cermat. Gugus asam karboksilat sendiri dapat diubah menjadi ester, amida, atau garam sesuai kebutuhan rute sintesis. Selain itu, perlakuan dengan basa dapat memicu dehidrohalogenasi yang menghasilkan turunan tak jenuh, membuka jalur menuju kerangka molekul yang lebih beragam dari satu bahan awal yang sederhana.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini dipakai kelompok riset kimia organik sintesis, laboratorium kimia medisinal, serta unit riset yang mengembangkan intermediet dan turunan asam amino non-standar. Kemasan 25 g cocok untuk penelitian skala laboratorium dan optimasi kondisi reaksi, sementara kemasan 500 g melayani kebutuhan sintesis berulang atau peningkatan skala. Ketersediaan dua ukuran memberi keleluasaan bagi tim riset dalam merencanakan pemakaian bahan.
- Substitusi nukleofilik ganda: kedua atom brom dapat digantikan nukleofil berbeda sehingga menghasilkan turunan propanoat terfungsikan dengan pola substitusi yang dirancang.
- Sintesis asam amino non-standar: bereaksi dengan sumber nitrogen untuk membentuk kerangka amino asam yang tidak tersedia dari bahan alami secara langsung.
- Prekursor senyawa tak jenuh: dehidrohalogenasi dengan basa menghasilkan turunan akrilat atau propiolat yang berguna sebagai bahan awal sintesis lanjutan.
- Pembentukan heterosiklik: kombinasi gugus karboksil dan brom memungkinkan siklisasi bersama nukleofil bidentat menjadi cincin belerang atau nitrogen.
- Riset kimia polimer: dipakai memperkenalkan gugus fungsi terhalogenasi pada monomer khusus yang dikembangkan untuk kajian material laboratorium.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 600-05-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g dan 500 g |
| Bentuk fisik | padatan |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, sejuk, kering, jauh dari basa kuat dan kelembapan |
Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat pada lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, terpisah dari basa kuat serta bahan pengoksidasi. Senyawa terbrominasi bersifat korosif dan mengiritasi, sehingga kontak dengan kulit, mata, dan saluran pernapasan harus dihindari sepenuhnya. Lakukan penimbangan di dalam lemari asam sambil mengenakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pengaman atau pelindung wajah, dan jas laboratorium. Gunakan spatula kering untuk mencegah kontaminasi dan penggumpalan akibat lembap. Segera tangani tumpahan dengan bahan penyerap yang sesuai, dan kumpulkan limbah terhalogenasi pada wadah khusus yang berlabel jelas.
- Kolos dkk. (2003). Reaction of 3‐Benzoyl‐2,3‐dibromopropionic Acid with Substituted ortho‐Phenylenediamines.. ChemInform doi:10.1002/chin.200334145
- Kolos dkk. (2002). Reaction of 3-Benzoyl-2,3-dibromopropionic Acid with Substituted ortho-Phenylenediamines. Chemistry of Heterocyclic Compounds doi:10.1023/a:1022697628823
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
