1,3-Dichloro-2-iodo-5-nitrobenzene adalah senyawa kimia organik yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam pembuatan senyawa heterosiklik atau senyawa dengan struktur kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan baku untuk reaksi substitusi, reaksi nitrasasi, dan reaksi halogenasi. Karena sifat kimianya yang reaktif, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik dan sintesis senyawa baru.
Senyawa ini memiliki struktur aromatik dengan substituen klorin, iod, dan nitro yang memberikan sifat reaktivitas tinggi. Kombinasi substituen tersebut membuat senyawa ini sangat cocok untuk berbagai reaksi kimia seperti reaksi elektrofilik, reaksi nukleofilik, dan reaksi substitusi. Karena sifat kimianya yang stabil dalam kondisi tertentu, senyawa ini bisa digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium tanpa mudah terdegradasi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik, pengembangan obat, dan analisis kimia. Banyak institusi penelitian dan universitas di Indonesia memanfaatkan senyawa ini untuk eksperimen yang membutuhkan bahan baku kimia dengan sifat reaktif dan struktur kompleks.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat
- Reaksi substitusi halogen untuk modifikasi struktur molekul
- Nitrasasi aromatik dalam pembuatan senyawa fungsi
- Reaksi elektrofilik dalam sintesis senyawa kompleks
- Pengujian reaktivitas senyawa aromatik dalam analisis kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 62778-19-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari paparan cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup dan kering, jauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Penanganan harus dilakukan dengan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini bersifat kimia yang mungkin berbahaya jika terkena kulit atau inhalasi. Pastikan area penyimpanan memiliki ventilasi yang baik dan tidak terkontaminasi oleh bahan kimia lain.
—
