2,3-Dimethylpyrazine adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori heterociklik, memiliki struktur molekul yang kompleks dan memiliki sifat kimia yang unik. Senyawa ini sering digunakan dalam berbagai eksperimen kimia untuk membangun senyawa kompleks atau sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa organik. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan dasar dalam pengembangan senyawa dengan aktivitas biologis tertentu, seperti senyawa antijamur atau antikanker.
2,3-Dimethylpyrazine memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi tetap bersifat volatil dan mudah terurai jika terpapar panas atau oksidator. Keunikan senyawa ini terletak pada kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional, sehingga menjadi pilihan yang ideal dalam sintesis senyawa heterosiklik. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini memerlukan penanganan yang hati-hati dalam proses eksperimen.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan biokimia. Peneliti lokal menggunakan senyawa ini untuk mengembangkan senyawa baru yang memiliki potensi terapi medis atau aplikasi industri. Ketersediaan senyawa ini di pasar lokal memudahkan para peneliti dalam melakukan eksperimen yang membutuhkan senyawa heterosiklik.
- Sintesis senyawa antijamur dengan struktur heterosiklik
- Pengembangan senyawa antikanker yang memanfaatkan sifat reaktif senyawa ini
- Penelitian farmakologis untuk mengeksplorasi aktivitas biologis senyawa heterosiklik
- Eksperimen kimia organik dalam pembuatan senyawa kompleks
- Uji ketersediaan senyawa dalam sintesis senyawa aroma atau rasa
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 5910-89-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5mL, 25mL |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Karena sifatnya yang volatil, wadah harus terkunci rapat untuk mencegah penguapan. Penanganan harus dilakukan dengan sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Selalu pastikan area kerja memiliki ventilasi yang baik dan alat pelindung diri yang sesuai.
- Otieno dkk. (1990). Pyrazine and 2,5-dimethylpyrazine complexes of copper(I) trifluoromethanesulfonate. The crystal and molecular structure of poly-μ-2,5-dimethylpyrazine-(2,5-dimethylpyrazine)-(trifluoromethanesulfonato-O)copper(I). Canadian Journal of Chemistry doi:10.1139/v90-294
- Buttery dkk. (1997). 2-Ethyl-3,5-Dimethylpyrazine and 2-Ethyl-3,6-Dimethylpyrazine: Odor Thresholds in Water Solution. LWT - Food Science and Technology doi:10.1006/fstl.1996.0139
- Kurniadi dkk. (2003). Total chemical synthesis of 2-ethenyl-3,5-dimethylpyrazine and 3-ethenyl-2,5-dimethylpyrazine. Tetrahedron doi:10.1016/s0040-4020(03)00948-7
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

