2,3-Dibromothiophene adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa heterosiklik. Senyawa ini memiliki struktur dasar thiophene yang diperkenalkan dengan dua atom brom pada posisi 2 dan 3, sehingga memberikan sifat reaktivitas yang tinggi. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan pembangun untuk menghasilkan senyawa kompleks dengan struktur heterosiklik, seperti senyawa farmakologis atau bahan kimia industri.
Karena keberadaan atom brom pada posisi tertentu, 2,3-Dibromothiophene memiliki sifat kimia yang sangat reaktif. Senyawa ini mudah bereaksi dengan berbagai reaktan seperti logam alkali, asam, atau bahan pengoksidasi, sehingga memungkinkan pembentukan senyawa baru melalui berbagai mekanisme reaksi. Sifat ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk penelitian yang membutuhkan modifikasi struktur senyawa heterosiklik.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmakologi dan sintesis senyawa baru. Ketersediaan bahan ini memudahkan para peneliti dalam mengembangkan senyawa dengan aktivitas biologis tertentu.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi substitusi brom pada struktur thiophene untuk modifikasi senyawa
- Penelitian tentang aktivitas biologis senyawa kimia organik
- Penggunaan dalam sintesis senyawa dengan struktur kompleks
- Pemrosesan bahan baku untuk produksi senyawa kimia industri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 3140-93-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung |
2,3-Dibromothiophene harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan udara bebas serta cahaya matahari langsung. Senyawa ini bersifat reaktif dan bisa berinteraksi dengan bahan kimia lainnya, sehingga perlu ditangani dengan hati-hati. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Selain itu, penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker wajah sangat dianjurkan untuk meminimalkan risiko paparan langsung.
- BRANDSMA dkk. (1991). ChemInform Abstract: 3,4‐Dibromothiophene from 2‐Bromothiophene.. ChemInform doi:10.1002/chin.199110149
- Brandsma dkk. (1990). 3,4 -Dibromothiophene from 2-Bromothiophene. Synthetic Communications doi:10.1080/00397919008053147
- Handy dkk. (2008). ChemInform Abstract: Regioselective Double Suzuki Couplings of 4,5‐Dibromothiophene‐2‐carboxaldehyde.. ChemInform doi:10.1002/chin.200807097
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
