2',6'-Dihydroxyacetophenone adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa aromatik dan heterosiklik. Dalam proses sintesis, senyawa ini berperan sebagai donor elektron dan dapat berfungsi sebagai intermediat dalam reaksi substitusi dan reaksi kondensasi.
Karakteristik utama dari 2',6'-Dihydroxyacetophenone termasuk kelarutan dalam pelarut organik seperti etil asetat dan etanol, serta stabilitas dalam kondisi reaksi tertentu. Senyawa ini memiliki struktur aromatik yang memungkinkan terjadinya reaksi substitusi pada posisi orto dan para. Karena sifatnya yang reaktif dan fleksibel, senyawa ini sangat diminati oleh para peneliti dalam bidang kimia organik.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, 2',6'-Dihydroxyacetophenone digunakan dalam penelitian kimia organik, sintesis senyawa farmakologis, dan pengembangan material baru. Bahan ini menjadi pilihan utama karena ketersediaannya dan kehandalannya dalam reaksi kimia yang kompleks.
- Sintesis senyawa aromatik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi kondensasi dalam pembuatan senyawa heterosiklik
- Pengujian reaktivitas dalam studi mekanisme kimia organik
- Pembuatan senyawa intermediat untuk produksi bahan kimia industri
- Penelitian tentang struktur dan sifat senyawa kompleks
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 699-83-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
2',6'-Dihydroxyacetophenone harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan untuk mencegah degradasi. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Bahan ini tidak beracun dalam dosis kecil, tetapi tetap perlu dihindari konsumsi atau inhalasi.
- Sharma dkk. (2024). Synthesis, Analytical, and Spectral Studies on Manganese (II) complexes of Redox-active Schiff base Ligands, Bis (2,5-dihydroxyacetophenone) ethylenediamine and Bis (2,5-dihydroxyacetophenone) propylenediamine. Oriental Journal Of Chemistry doi:10.13005/ojc/400610
- Manna dkk. (2018). Unraveling the Crucial Role of Single Active Water Molecule in the Oxidative Cleavage of Aliphatic C–C Bond of 2,4′-Dihydroxyacetophenone Catalyzed by 2,4′-Dihydroxyacetophenone Dioxygenase Enzyme: A Quantum Mechanics/Molecular Mechanics Investigation. ACS Catalysis doi:10.1021/acscatal.8b03201
- Ahmad dkk. (1993). On the formation of 2,3-dihydroxyacetophenone from pentoses or hexuronic acids. Carbohydrate Research doi:10.1016/0008-6215(93)84253-3
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
