2,5-Dichloroterephthalonitrile adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini memiliki struktur dasar yang terdiri dari terephthalonitrile dengan substitusi dua klor pada posisi ke-2 dan ke-5. Senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan senyawa organik, termasuk dalam sintesis bahan polimer, obat, dan bahan kimia industri. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan dasar untuk reaksi substitusi, reaksi coupling, dan reaksi lain yang memerlukan struktur nitril dan klor sebagai substituen.
Karena struktur kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, 2,5-Dichloroterephthalonitrile menjadi pilihan yang baik dalam berbagai reaksi kimia. Sifatnya yang tidak mudah bereaksi secara spontan memungkinkan penggunaan yang aman dalam kondisi laboratorium. Selain itu, senyawa ini memiliki daya tarik dalam reaksi yang memerlukan substitusi elektrofilik atau nukleofilik, karena klor yang terikat pada struktur nitril memberikan sifat reaktif yang spesifik.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pengembangan senyawa baru dan modifikasi senyawa eksisting. Banyak institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia memanfaatkan senyawa ini untuk memperluas pengetahuan tentang struktur dan reaktivitas senyawa kimia.
- Sintesis senyawa polimer yang memerlukan substitusi klor pada struktur nitril
- Reaksi coupling untuk pembentukan senyawa heterociklik
- Pengembangan senyawa obat dengan struktur nitril dan substituen halogen
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa kimia organik dalam kondisi tertentu
- Pembuatan bahan kimia industri yang memerlukan struktur tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1897-43-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan tahan korosi, seperti plastik atau gelas. Dalam penggunaan, pastikan untuk memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta pastikan area kerja memiliki ventilasi yang baik untuk mengurangi risiko paparan.
—
