Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 15258-73-8

2,6-Dichlorobenzyl Alcohol, CAS 15258-73-8, TCI D1747

2,6-Dichlorobenzyl Alcohol, CAS 15258-73-8, TCI D1747

Identitas Kimia

No. CAS
15258-73-8
PubChem
CID 27156·SID 87568218
Rumus molekul
C7H6Cl2O
Berat molekul
177.02 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(2,6-dichlorophenyl)methanol
SMILES
C1=CC(=C(C(=C1)Cl)CO)Cl
InChIKey
WKKHCCZLKYKUDN-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00004609
Harga reguler Rp 1.458.450,00
Harga reguler Rp 1.019.550,00 Harga obral Rp 1.458.450,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

2,6-Dichlorobenzyl Alcohol adalah alkohol benzilik dengan dua atom klorin pada posisi ortho di kedua sisi gugus hidroksimetil. Dalam katalog laboratorium, senyawa ini termasuk blok bangunan non-heterosiklik, yaitu bahan awal untuk menyusun molekul aromatik terklorinasi yang lebih kompleks. Produk TCI dengan kode D1747 ini tersedia dalam kemasan 25 g, cukup untuk berbagai percobaan sintesis, pengembangan metode, dan kerja analisis di skala laboratorium.

Karakter khas senyawa ini berasal dari dua klorin yang mengapit gugus CH2OH. Susunan tersebut menimbulkan hambatan sterik dan efek elektronik yang memengaruhi reaktivitas alkohol benzilik. Gugus hidroksil tetap dapat dioksidasi menjadi aldehida atau asam karboksilat, diubah menjadi halida benzilik, atau dibentuk menjadi ester dan eter. Pola substitusi 2,6 yang rapat membuatnya menarik bagi peneliti yang ingin membandingkan reaktivitas senyawa dengan hambatan sterik berbeda. Mutu merek TCI membantu menjaga kesinambungan hasil antarpercobaan.

Di laboratorium Indonesia, 2,6-Dichlorobenzyl Alcohol relevan bagi kelompok riset kimia organik, kimia medisinal, dan laboratorium analisis di perguruan tinggi maupun lembaga penelitian. Senyawa ini juga dikenal sebagai komponen yang dibahas dalam literatur farmasi, sehingga dapat menjadi bahan rujukan saat mengembangkan metode analisis senyawa sejenis. Peneliti sebaiknya membaca lembar data keselamatan dan menjalankan prosedur kerja yang sesuai sebelum memulai percobaan.

  • Sintesis turunan benzil: gugus hidroksimetil dapat diubah menjadi halida, ester, atau eter, sehingga senyawa ini berguna sebagai titik awal untuk menyusun molekul 2,6-diklorobenzil yang lebih kompleks.
  • Oksidasi menjadi aldehida atau asam: alkohol benzilik terklorinasi ini cocok untuk menguji sistem oksidasi selektif, karena hambatan sterik dari dua klorin ortho memengaruhi laju dan hasil reaksi.
  • Studi hambatan sterik: pola substitusi 2,6 memberikan model yang jelas untuk membandingkan reaktivitas alkohol benzilik dengan analog yang tidak memiliki substituen ortho dalam penelitian mekanisme.
  • Pengembangan metode kromatografi: sebagai senyawa aromatik berhalogen dengan gugus hidroksil, ia dapat dipakai untuk menguji kondisi pemisahan HPLC atau GC dan mengamati perilaku retensi senyawa sejenis.
  • Pembelajaran kimia organik lanjut: mahasiswa dapat memakainya untuk berlatih transformasi gugus fungsi, pemantauan reaksi dengan KLT, dan penafsiran spektrum NMR pada cincin aromatik tersubstitusi.

Merek TCI (kode produk D1747)
Nomor CAS 15258-73-8
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g
Bentuk fisik mengacu pada label kemasan dan dokumen produk dari produsen
Penyimpanan simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering sesuai petunjuk label

Simpan 2,6-Dichlorobenzyl Alcohol dalam wadah asli atau botol kaca tertutup rapat dengan label yang jelas. Tempatkan di lokasi sejuk, kering, dan berventilasi, jauh dari sumber panas, nyala api, dan oksidator kuat. Pisahkan dari asam kuat, basa kuat, serta bahan yang dapat bereaksi dengan alkohol. Saat bekerja, kenakan jas laboratorium, kacamata pelindung, dan sarung tangan yang sesuai, serta hindari menghirup debu atau uap. Lakukan penimbangan di area berventilasi baik atau lemari asam bila perlu. Jika terjadi tumpahan, bersihkan dengan hati-hati dan kumpulkan sebagai limbah kimia. Limbah senyawa organik terhalogen dikelola sesuai prosedur laboratorium, dan lembar data keselamatan dari produsen menjadi rujukan utama.

  • Thormann dkk. (2009). Allergic contact dermatitis from dichlorobenzyl alcohol in a patient with multiple contact allergies. Contact Dermatitis doi:10.1111/j.1600-0536.2009.01533.x
  • Morokutti-Kurz dkk. (2017). Amylmetacresol/2,4-dichlorobenzyl alcohol, hexylresorcinol, or carrageenan lozenges as active treatments for sore throat. International Journal of General Medicine doi:10.2147/ijgm.s120665
  • Matthews dkk. (2018). Spectrum of bactericidal action of amylmetacresol/2,4-dichlorobenzyl alcohol lozenges against oropharyngeal organisms implicated in pharyngitis. International Journal of General Medicine doi:10.2147/ijgm.s184406

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.