3,4-Dichlorobenzyl Alcohol adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan dasar atau bahan pembangun dalam sintesis senyawa aromatik. Sebagai salah satu senyawa dalam kategori non-heterosiklik, senyawa ini memiliki struktur kimia yang stabil dan reaktivitas yang dapat dikontrol.
Karakteristik utama dari 3,4-Dichlorobenzyl Alcohol adalah keberadaan dua klorin pada posisi aromatiknya, yang memberikan sifat reaktif dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia seperti substitusi, reduksi, dan reaksi nucleofilik. Karena sifat ini, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam pembuatan senyawa obat, bahan kimia industri, dan bahan baku untuk senyawa sintetik.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia, terutama dalam bidang sintesis organik dan analisis kimia. Ketersediaannya dan kestabilannya membuat senyawa ini menjadi bahan yang populer untuk keperluan penelitian dan pengembangan di berbagai institusi pendidikan dan penelitian.
- Sintesis senyawa obat dan bahan aktif farmakologis
- Reaksi substitusi aromatik dalam sintesis senyawa kompleks
- Pengujian reaktivitas senyawa aromatik dalam reaksi kimia
- Pembuatan bahan baku untuk industri kimia dan kosmetik
- Penelitian tentang struktur dan sifat senyawa organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1805-32-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
3,4-Dichlorobenzyl Alcohol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat kimia yang relatif stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Dalam penanganan, gunakan sarung tangan dan masker untuk melindungi dari paparan. Pastikan area penyimpanan tidak terkontaminasi oleh bahan kimia lain untuk menjaga keamanan dan kualitas bahan.
- Thormann dkk. (2009). Allergic contact dermatitis from dichlorobenzyl alcohol in a patient with multiple contact allergies. Contact Dermatitis doi:10.1111/j.1600-0536.2009.01533.x
- Østergaard (1994). Evaluation of the antimicrobial effects of sodium benzoate and dichlorobenzyl alcohol against dental plaque microorganisms: An in vitro study. Acta Odontologica Scandinavica doi:10.3109/00016359409029031
- Morokutti-Kurz dkk. (2017). Amylmetacresol/2,4-dichlorobenzyl alcohol, hexylresorcinol, or carrageenan lozenges as active treatments for sore throat. International Journal of General Medicine doi:10.2147/ijgm.s120665
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
