2,4-Dihydroxyquinoline adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan sintesis molekul kompleks. Bahan ini memiliki struktur heterosiklik yang membuatnya menjadi bahan penting dalam bidang kimia organik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa lain yang memiliki aplikasi dalam farmakologi, biokimia, dan material kimia. Karena sifatnya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini sangat diminati oleh para peneliti dan ilmuwan.
2,4-Dihydroxyquinoline memiliki sifat kimia yang unik, yaitu kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional lainnya. Senyawa ini juga memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pemrosesan dan pemisahan dalam laboratorium. Karena karakteristik tersebut, senyawa ini dipilih sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa bioaktif dan senyawa kompleks lainnya.
Di laboratorium Indonesia, 2,4-Dihydroxyquinoline digunakan dalam penelitian kimia organik dan pengembangan senyawa baru. Bahan ini sering ditemukan dalam proyek penelitian yang terkait dengan sintesis obat, modifikasi molekul, dan pengembangan material kimia. Ketersediaannya di pasar lokal membantu peneliti dalam memenuhi kebutuhan eksperimen mereka secara efisien.
- Sintesis senyawa bioaktif untuk pengembangan obat
- Pembuatan senyawa kompleks dalam bidang farmakologi
- Reaksi kimia organik untuk modifikasi molekul
- Penelitian tentang sifat kimia senyawa heterosiklik
- Pengujian struktur molekul dalam analisis kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 86-95-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
2,4-Dihydroxyquinoline harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini bersifat kimia yang stabil, tetapi tetap perlu ditangani dengan hati-hati dalam laboratorium. Pastikan wadahnya tidak bocor dan simpan di tempat yang kering serta sejuk. Selama penyimpanan dan penggunaan, hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta gunakan alat pelindung diri yang sesuai untuk meminimalkan risiko bahaya.
- Fetzner (1993). Transformation of 2-chloroquinoline to 2-chloro-cis-7,8-dihydro-7,8-dihydroxyquinoline by quinoline-grown resting cells of Pseudomonas putida 86. FEMS Microbiology Letters doi:10.1016/0378-1097(93)90157-w
- Fetzner dkk. (1993). Transformation of 2-chloroquinoline to 2-chloro-cis-7,8-dihydro-7,8-dihydroxyquinoline by quinoline-grown resting cells ofPseudomonas putida86. FEMS Microbiology Letters doi:10.1111/j.1574-6968.1993.tb06441.x
- Gruber dkk. (2016). The role of 2,4-dihydroxyquinoline (DHQ) in Pseudomonas aeruginosa pathogenicity. PeerJ doi:10.7717/peerj.1495
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

