4,6-Dihydroxypyrimidine adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori heterosiklik, memiliki struktur dasar pirimidin dengan dua gugus hidroksil pada posisi 4 dan 6. Senyawa ini sering digunakan sebagai bahan dasar (building block) dalam sintesis senyawa kompleks, terutama dalam bidang kimia organik dan farmakologi. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan bantu untuk menghasilkan senyawa-senyawa yang memiliki aktivitas biologis, seperti obat-obatan atau senyawa bioaktif.
Karena struktur kimianya yang stabil dan reaktivitas yang dapat dikontrol, 4,6-Dihydroxypyrimidine menjadi pilihan yang populer dalam reaksi kimia tertentu. Senyawa ini memiliki kemampuan untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional lainnya, sehingga memungkinkan pembentukan senyawa baru dengan variasi struktur yang beragam. Sifat ini menjadikannya bahan yang sangat berguna dalam penelitian kimia dan pengembangan produk farmasi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian ilmiah, terutama oleh institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini sering ditemukan dalam proyek kimia organik, sintesis senyawa heterosiklik, dan pengembangan senyawa bioaktif. Ketersediaannya yang relatif mudah dan kualitasnya yang terjamin membuatnya menjadi pilihan utama para peneliti.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat-obatan
- Pengujian aktivitas biologis senyawa baru dalam penelitian farmakologi
- Reaksi kimia organik untuk pembentukan senyawa kompleks
- Penelitian struktur kimia dalam bidang kimia analitik
- Pemrosesan bahan baku dalam produksi senyawa farmasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1193-24-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 250g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
4,6-Dihydroxypyrimidine harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, jauh dari paparan cahaya matahari langsung dan kelembapan tinggi. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap perlu ditangani dengan hati-hati untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam laboratorium, pastikan area penyimpanan terkondisi dengan baik dan terpisah dari bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif.
- Rostkowska dkk. (2020). Photochemical transformations of 4,6-dihydroxypyrimidine and 2-methyl-4,6-dihydroxypyrimidine isolated in low-temperature Ar, Ne and H2 matrices. Chemical Physics Letters doi:10.1016/j.cplett.2020.137263
- Boyle dkk. (2003). 4,6-Dihydroxypyrimidine: a selective bridging ligand for controlled Group IV metal alkoxide structures. Dalton Transactions doi:10.1039/b310087a
- Kapoor dkk. (2008). Neurotrophic keratitis in a patient with dihydroxypyrimidine dehydrogenase deficiency. Indian Journal of Ophthalmology doi:10.4103/0301-4738.41422
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

