2,4-Dichlorobenzyl Alcohol adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai eksperimen kimia, terutama dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam reaksi substitusi dan reaksi reduksi, serta menjadi bahan baku untuk produksi senyawa yang memiliki aktivitas biologis. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan dasar yang membantu dalam pembuatan senyawa lain yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, material, dan industri kimia.
Karakteristik utama dari 2,4-Dichlorobenzyl Alcohol adalah struktur molekulnya yang stabil dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi kimia. Senyawa ini memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pencampuran dan reaksi. Sifat kimia dan fisiknya yang konsisten membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk eksperimen yang membutuhkan presisi dan konsistensi.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, baik di perguruan tinggi maupun lembaga penelitian. Peneliti lokal sering memanfaatkan bahan ini untuk eksperimen yang berkaitan dengan sintesis senyawa baru atau karakterisasi senyawa organik. Ketersediaan dan kualitas bahan ini sangat mendukung kegiatan penelitian di sektor kimia dan farmasi di Indonesia.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan bahan baku berstruktur aromatik
- Pengujian aktivitas biologis senyawa kimia dalam penelitian farmasi
- Reaksi substitusi pada rantai karbon untuk pembuatan senyawa baru
- Analisis struktur molekul menggunakan teknik spektroskopi
- Pembuatan senyawa intermediet dalam produksi bahan kimia industri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1777-82-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2,4-Dichlorobenzyl Alcohol harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan sinar matahari langsung. Wadah yang sesuai adalah wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap bahan kimia. Dalam penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata. Bahan ini tidak beracun dalam dosis kecil, tetapi tetap perlu dihindari kontak berlebihan untuk menjaga keselamatan di laboratorium.
- Thormann dkk. (2009). Allergic contact dermatitis from dichlorobenzyl alcohol in a patient with multiple contact allergies. Contact Dermatitis doi:10.1111/j.1600-0536.2009.01533.x
- Østergaard (1994). Evaluation of the antimicrobial effects of sodium benzoate and dichlorobenzyl alcohol against dental plaque microorganisms: An in vitro study. Acta Odontologica Scandinavica doi:10.3109/00016359409029031
- Morokutti-Kurz dkk. (2017). Amylmetacresol/2,4-dichlorobenzyl alcohol, hexylresorcinol, or carrageenan lozenges as active treatments for sore throat. International Journal of General Medicine doi:10.2147/ijgm.s120665
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
