1,6-Dibromo-2-naphthol adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini memiliki struktur aromatik yang stabil dan dapat berfungsi sebagai bahan baku dalam reaksi substitusi, oksidasi, dan reaksi lainnya. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan untuk menghasilkan senyawa heterosiklik, intermediat, atau produk akhir yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, material, dan kimia organik.
Karena memiliki dua gugus bromo yang terikat pada posisi 1 dan 6 pada cincin naphthol, senyawa ini memiliki sifat reaktif yang tinggi dan dapat berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia. Ketersediaan dalam bentuk padat dan kemudahan dalam pemrosesan membuatnya menjadi pilihan yang praktis untuk penelitian dan pengembangan. Selain itu, senyawa ini memiliki stabilitas kimia yang baik dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan penyimpanan dan penggunaan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Di laboratorium Indonesia, 1,6-Dibromo-2-naphthol digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pembuatan senyawa baru yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi dan industri. Bahan ini juga sering ditemukan dalam proses sintesis senyawa yang memerlukan substitusi bromo atau reaksi kiral. Karena keberadaannya yang relatif stabil dan kemudahan dalam penggunaan, senyawa ini menjadi salah satu bahan penting dalam laboratorium kimia di Indonesia.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi substitusi bromo dalam sintesis senyawa organik
- Pembuatan intermediat kimia untuk industri farmasi
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa aromatik
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 16239-18-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 250g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
1,6-Dibromo-2-naphthol harus disimpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam ruangan yang kering dan sejuk, serta jauh dari bahan kimia yang bersifat reaktif. Selama penyimpanan, pastikan wadah tidak terbuka dan terhindar dari kelembapan. Penggunaan bahan ini harus dilakukan dengan perlengkapan pelindung seperti sarung tangan dan masker, karena mungkin menyebabkan iritasi pada kulit atau mata.
—
