2,6-Dichlorophenylacetic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia karena kemampuannya untuk berfungsi sebagai bahan dasar atau building block dalam pembuatan senyawa kompleks. Dalam konteks penelitian, senyawa ini berperan sebagai prekursor untuk senyawa fenolik atau senyawa dengan struktur aromatik.
Karakteristik utama dari 2,6-Dichlorophenylacetic Acid adalah struktur molekulnya yang terdiri dari gugus kloro di posisi 2 dan 6 pada cincin fenil, serta gugus karboksilat di posisi 1. Struktur ini memberikan sifat reaktivitas yang tinggi, memungkinkan reaksi substitusi, esterifikasi, atau reaksi lain yang relevan dalam sintesis senyawa organik. Karena sifat kimianya yang stabil dan dapat diprediksi, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pengembangan senyawa baru atau modifikasi struktur senyawa yang sudah ada. Bahan ini juga sering digunakan dalam pendidikan tinggi untuk praktikum kimia, sebagai bahan pembelajaran tentang reaktivitas dan sintesis senyawa organik.
- Sintesis senyawa fenolik untuk pengembangan obat dan bahan kimia industri
- Reaksi esterifikasi untuk pembuatan senyawa dengan kelompok fungsi ester
- Penelitian tentang reaktivitas gugus kloro pada struktur aromatik
- Pembuatan senyawa intermediet dalam sintesis senyawa kompleks
- Penggunaan dalam praktikum kimia organik untuk memahami mekanisme reaksi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 6575-24-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Karena sifat kimianya yang reaktif, sebaiknya disimpan dalam lingkungan yang tidak terkontaminasi. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, serta menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata.
- Yuan dkk. (2023). Cysteine-functionalization zirconium-organic framework for efficient adsorption 2,4-dichlorophenylacetic acid from water. Journal of Environmental Chemical Engineering doi:10.1016/j.jece.2023.110162
- Zhu dkk. (2019). Synthesis, structures and urease inhibitory activities of three silver(I) complexes derived from 2,6-dichlorophenylacetic acid. Inorganica Chimica Acta doi:10.1016/j.ica.2018.09.023
- Mahieux dkk. (2012). Crystal structure of a hybrid salt–cocrystal and its resolution by preferential crystallization: ((±)trans-N,N′-dibenzyldiaminocyclohexane)(2,3-dichlorophenylacetic acid) 4. CrystEngComm doi:10.1039/c1ce05484h
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
