2,7-Dimethoxynaphthalene adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan dasar yang digunakan untuk membangun struktur molekuler yang lebih besar. Sebagai salah satu senyawa non-heterosiklik, 2,7-Dimethoxynaphthalene memiliki sifat kimia yang stabil dan mudah bereaksi dengan berbagai reagen.
Karena struktur molekulnya yang memiliki dua gugus metoksil di posisi 2 dan 7, senyawa ini memiliki polaritas yang cukup rendah dan mudah larut dalam pelarut organik seperti etil asetat atau kloroform. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan yang baik dalam reaksi substitusi dan reaksi coupling. Selain itu, senyawa ini juga memiliki titik leleh dan titik didih yang relatif tinggi, sehingga memudahkan proses pemisahan dan isolasi dalam laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, 2,7-Dimethoxynaphthalene sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang sintesis senyawa heterosiklik dan senyawa aromatik. Bahan ini juga menjadi bagian dari kebutuhan penelitian di berbagai universitas dan institusi riset yang fokus pada kimia murni dan terapan.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi coupling dalam pembuatan senyawa kompleks
- Penelitian tentang struktur dan reaktivitas molekul aromatik
- Pengujian katalis dalam reaksi organik
- Pembuatan senyawa intermediet untuk produksi bahan kimia industri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 3469-26-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari cahaya langsung |
2,7-Dimethoxynaphthalene harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini bersifat tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Selama penyimpanan, pastikan suhu ruangan stabil dan tidak terkena kelembapan berlebihan. Dalam penggunaan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung untuk memastikan keselamatan di laboratorium.
- HANSEN dkk. (1995). ChemInform Abstract: Investigation of the Reaction of 2‐Bromo‐1,4‐dimethoxynaphthalene (I) and 9‐Bromophenanthrene (IV) with Nitriles Under Aryne‐Forming Conditions.. ChemInform doi:10.1002/chin.199504152
- Wang dkk. (2020). Blue-shifted mechanochromism of a dimethoxynaphthalene-based crystal with aggregation-induced emission. Dyes and Pigments doi:10.1016/j.dyepig.2020.108618
- BHALERAO dkk. (1994). ChemInform Abstract: Novel Photooxidation of Organic Sulfides to Sulfoxides Sensitized by 1, 4‐Dimethoxynaphthalene.. ChemInform doi:10.1002/chin.199428099
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
