2',5'-Dihydroxyacetophenone adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa kompleks, terutama dalam sintesis senyawa aromatik dan heterosiklik. Karena struktur kimianya yang sederhana namun fleksibel, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai reaksi seperti reaksi Friedel-Crafts, reaksi condensasi, dan reaksi substitusi.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap kelembapan dan paparan sinar UV. Karena kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia, 2',5'-Dihydroxyacetophenone sering dipilih karena kemudahan dalam penggunaan dan keberagaman aplikasinya. Ketersediaannya dalam bentuk padat juga memudahkan proses penimbangan dan penyimpanan.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama di bidang sintesis senyawa organik. Peneliti lokal sering menggunakannya untuk mengembangkan senyawa baru yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, material, dan industri kimia. Karena kehandalannya dalam berbagai reaksi, senyawa ini menjadi salah satu bahan penting dalam laboratorium kimia di Indonesia.
- Sintesis senyawa aromatik kompleks untuk pengembangan obat baru
- Reaksi Friedel-Crafts untuk pembentukan struktur heterosiklik
- Pembuatan senyawa intermediate dalam produksi bahan kimia industri
- Reaksi kondensasi untuk menghasilkan senyawa dengan struktur kompleks
- Pengembangan bahan material organik untuk aplikasi elektronik dan optik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 490-78-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
2',5'-Dihydroxyacetophenone harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung. Karena sensitif terhadap kelembapan, wadah harus ditutup rapat dan disimpan dalam ruangan yang sejuk dan kering. Dalam penanganan, gunakan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk mencegah kontak langsung dengan kulit. Pastikan penggunaan di laboratorium dilakukan dalam area yang terkontrol dan sesuai dengan protokol keselamatan kimia.
- Sharma dkk. (2024). Synthesis, Analytical, and Spectral Studies on Manganese (II) complexes of Redox-active Schiff base Ligands, Bis (2,5-dihydroxyacetophenone) ethylenediamine and Bis (2,5-dihydroxyacetophenone) propylenediamine. Oriental Journal Of Chemistry doi:10.13005/ojc/400610
- Manna dkk. (2018). Unraveling the Crucial Role of Single Active Water Molecule in the Oxidative Cleavage of Aliphatic C–C Bond of 2,4′-Dihydroxyacetophenone Catalyzed by 2,4′-Dihydroxyacetophenone Dioxygenase Enzyme: A Quantum Mechanics/Molecular Mechanics Investigation. ACS Catalysis doi:10.1021/acscatal.8b03201
- Ahmad dkk. (1993). On the formation of 2,3-dihydroxyacetophenone from pentoses or hexuronic acids. Carbohydrate Research doi:10.1016/0008-6215(93)84253-3
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
