2,6-Dimethoxybenzoic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan dasar dalam pembuatan senyawa aromatik dan turunannya. Dalam konteks laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan pembangun yang sangat penting dalam sintesis senyawa dengan struktur kompleks.
Dengan struktur molekul yang stabil dan sifat kimia yang terkendali, 2,6-Dimethoxybenzoic Acid menjadi pilihan yang tepat untuk berbagai reaksi kimia. Senyawa ini memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pencampuran dan reaksi. Karena sifatnya yang tidak mudah bereaksi secara tidak terkendali, senyawa ini cocok untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium yang memerlukan presisi dan kontrol.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama dalam bidang sintesis senyawa organik. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini sebagai bahan baku untuk eksperimen yang memerlukan keakuratan dan konsistensi.
- Sintesis senyawa aromatik kompleks untuk penelitian farmakologi
- Pembuatan senyawa intermediet dalam produksi obat
- Reaksi esterifikasi untuk menghasilkan senyawa dengan sifat tertentu
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia organik
- Penelitian tentang sifat kimia senyawa aromatik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1466-76-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya matahari langsung. Penyimpanan dalam lingkungan kering dan sejuk sangat dianjurkan untuk menjaga kualitas dan stabilitas senyawa. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.
- Semjonova dkk. (2022). Controlling the Polymorphic Outcome of 2,6-Dimethoxybenzoic Acid Crystallization Using Additives. Crystals doi:10.3390/cryst12081161
- Shen dkk. (2017). Lanthanide Complexes with 2,3-Dimethoxybenzoic Acid and Terpyridine: Crystal Structures, Thermal Properties, and Antibacterial Activities. Zeitschrift für anorganische und allgemeine Chemie doi:10.1002/zaac.201700057
- Wang dkk. (2009). Solubility of 3,5-Dimethoxybenzoic Acid, 4-Cyanobenzoic Acid, 4-Acetoxybenzoic Acid, 3,5-Diaminobenzoic Acid, and 2,4-Dichlorobenzoic Acid in Ethanol. Journal of Chemical & Engineering Data doi:10.1021/je900190n
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
