Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 86608-70-0

2-(1,3-Dioxolan-2-yl)ethyltriphenylphosphonium Bromide TCI D2056

2-(1,3-Dioxolan-2-yl)ethyltriphenylphosphonium Bromide TCI D2056
Harga reguler Rp 2.509.500,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.509.500,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D2056 2-(1,3-Dioxolan-2-yl)ethyltriphenylphosphonium Bromide adalah garam fosfonium yang dirancang khusus sebagai reagen pembentukan ikatan karbon–karbon. Molekulnya terdiri atas pusat fosfor yang mengikat tiga gugus fenil dan satu rantai etil yang ujungnya membawa cincin 1,3-dioksolan, yaitu bentuk aldehida yang telah dilindungi sebagai asetal siklik. Di laboratorium, garam ini diubah menjadi ilida fosfonium dengan bantuan basa, lalu direaksikan dengan senyawa karbonil dalam reaksi Wittig untuk membentuk ikatan rangkap karbon–karbon secara terarah dan terkendali.

Keunggulan yang membuat reagen ini dipilih adalah adanya gugus aldehida terselubung di dalam molekul. Setelah olefinasi Wittig berlangsung, cincin dioksolan dapat dibuka kembali dengan hidrolisis asam sehingga menghasilkan aldehida bebas pada ujung rantai baru. Dengan kata lain, reagen ini melakukan perpanjangan rantai sekaligus menyisakan gugus fungsi reaktif untuk transformasi berikutnya, sebuah strategi yang sangat efisien dalam sintesis bertahap. Sebagai garam fosfonium padat, senyawa ini juga stabil pada penyimpanan biasa, mudah ditimbang, dan tidak memerlukan penanganan serumit reagen organologam, meskipun bersifat higroskopis sehingga perlu dijaga kekeringannya.

Di laboratorium Indonesia, reagen ini dibutuhkan oleh kelompok riset sintesis organik total, laboratorium kimia bahan alam yang membangun rantai poliena atau feromon, serta unit penelitian farmasi yang menyusun zat antara berantai panjang. Pilihan kemasan 5 g dan 25 g memudahkan penyesuaian dengan skala kerja: kemasan kecil untuk uji coba kondisi basa dan pelarut, kemasan besar untuk sintesis berulang atau skala gram yang lebih besar.

  • Olefinasi Wittig: garam ini dideprotonasi oleh basa kuat menjadi ilida yang bereaksi dengan aldehida atau keton untuk membentuk alkena secara langsung dan terkendali.
  • Homologasi rantai karbon: reagen menambahkan fragmen tiga karbon sekaligus membawa gugus aldehida terlindungi sehingga rantai dapat diperpanjang berulang secara sistematis.
  • Sintesis aldehida tak jenuh: hidrolisis asam pada cincin dioksolan setelah olefinasi menghasilkan enal, gugus yang sangat berguna sebagai titik reaksi lanjutan.
  • Pembangunan kerangka poliena dan terpenoid: strategi Wittig berulang dengan reagen ini banyak dipakai dalam sintesis total senyawa bahan alam berantai panjang.
  • Sintesis feromon dan senyawa semiokimia: kemampuan mengontrol posisi ikatan rangkap membuat reagen ini sesuai untuk menyiapkan molekul dengan geometri yang ditentukan.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk D2056
Nomor CAS 86608-70-0
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Synthetic Reagents > C-C Bond Formation [Synthetic Reagents]
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik padatan garam fosfonium; bersifat higroskopis
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, hindari kelembapan

Karena garam fosfonium umumnya higroskopis, simpan bahan ini dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, sebaiknya di dalam desikator atau lemari penyimpanan berkelembapan rendah. Kandungan air yang terserap dapat menurunkan hasil reaksi Wittig karena mengganggu pembentukan ilida oleh basa kuat. Lakukan penimbangan dengan cepat dan tutup kembali wadah segera; bila memungkinkan gunakan atmosfer gas inert saat pengambilan berulang. Hindari kontak dengan kulit dan mata, serta gunakan jas laboratorium, sarung tangan nitril, dan kacamata pelindung. Jauhkan dari oksidator kuat, dan kelola limbah fosfor organik sesuai prosedur limbah kimia laboratorium.