TCI D2066 1,4-Dioxane-2,3-diol adalah senyawa siklik beroksigen yang secara praktis dikenal sebagai bentuk padat dan mudah ditangani dari glioksal. Struktur cincin dioksana dengan dua gugus hidroksil pada posisi 2 dan 3 merupakan hasil dimerisasi dan hidrasi glioksal, dan dalam larutan senyawa ini dapat melepaskan kembali unit dikarbonil yang reaktif. Di laboratorium, peranannya adalah menggantikan larutan glioksal berair yang sulit ditakar secara akurat, mudah berpolimerisasi, dan membawa banyak air ke dalam campuran reaksi yang sensitif.
Karakteristik yang membuatnya dipilih terletak pada kemudahan penanganannya. Sebagai padatan, senyawa ini dapat ditimbang dengan tepat sehingga stoikiometri reaksi jauh lebih terkendali dibandingkan penggunaan larutan glioksal dengan konsentrasi yang perlu distandarkan terlebih dahulu. Senyawa ini juga lebih stabil pada penyimpanan dan tidak menuangkan air berlebih ke dalam sistem reaksi. Ketika dipanaskan atau dilarutkan pada kondisi yang sesuai, dua gugus hidroksil geminal pada cincin membuka jalan bagi pelepasan gugus dikarbonil, sehingga senyawa ini berperilaku sebagai sumber dua atom karbon elektrofilik yang sangat berguna dalam reaksi kondensasi.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini banyak dipakai oleh kelompok riset sintesis heterosiklik di perguruan tinggi, laboratorium kimia medisinal yang membangun cincin imidazol dan kuinoksalin, serta laboratorium bahan yang mempelajari reaksi ikat silang. Kemasan 10 g dari TCI sesuai untuk kebutuhan penelitian skala laboratorium, karena reaksi kondensasi umumnya hanya memerlukan jumlah kecil per percobaan. Dengan penyimpanan yang benar, satu kemasan dapat melayani banyak seri percobaan optimasi.
- Sintesis cincin imidazol: senyawa ini bertindak sebagai sumber glioksal dalam kondensasi bersama aldehida dan sumber amonia untuk membangun kerangka imidazol tersubstitusi.
- Pembuatan kuinoksalin: reaksi dengan orto-fenilendiamina berlangsung mudah karena unit dikarbonil yang dilepaskan langsung menutup cincin heterosiklik dengan efisien.
- Reagen kondensasi umum: sebagai padatan yang mudah ditimbang, senyawa ini memberi kendali stoikiometri lebih baik daripada larutan glioksal berair yang perlu distandarkan.
- Penelitian ikat silang polimer dan protein: unit dikarbonal yang dilepaskan dapat menghubungkan dua gugus amino sehingga berguna dalam studi modifikasi makromolekul.
- Sintesis heterosiklik berukuran besar: kemampuannya menyediakan dua karbon elektrofilik membantu pembangunan cincin makrosiklik dan sistem terfusi dalam riset sintesis.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk D2066 |
|---|---|
| Nomor CAS | 4845-50-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 10 g |
| Bentuk fisik | padatan; merupakan bentuk siklik terhidrasi dari glioksal |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, hindari kelembapan |
Simpan 1,4-Dioxane-2,3-diol dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering, serta terhindar dari kelembapan udara yang dapat memicu perubahan bentuk hidrat maupun penggumpalan padatan. Hindari penyimpanan bersama oksidator kuat, basa kuat, dan amina, karena senyawa ini melepaskan unit dikarbonil yang reaktif terhadap gugus amino. Lakukan penimbangan di ruang timbang bersih atau lemari asam untuk mencegah terhirupnya debu. Gunakan jas laboratorium, sarung tangan nitril, dan kacamata pelindung, sebab turunan glioksal dapat mengiritasi kulit, mata, dan saluran pernapasan. Buang sisa bahan melalui jalur limbah kimia laboratorium dan baca Safety Data Sheet pabrikan sebelum digunakan.
—
