Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 19074-24-9

Bis(2-ethylhexyl) Dodecanedioate TCI D2092

Bis(2-ethylhexyl) Dodecanedioate TCI D2092
Harga reguler Rp 562.800,00
Harga reguler Harga obral Rp 562.800,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D2092 Bis(2-ethylhexyl) Dodecanedioate adalah diester alifatik hasil penggabungan asam dodekandioat dengan alkohol 2-etilheksil bercabang. Dalam laboratorium ilmu material dan polimer, senyawa cair ini berperan sebagai aditif polimer, terutama sebagai plasticizer dan komponen basis pelumas sintetik. Fungsinya adalah menyisip di antara rantai polimer sehingga mengurangi gaya antarrantai, menurunkan suhu transisi gelas, dan membuat bahan menjadi lebih lentur serta lebih mudah diproses. Peneliti memakainya untuk menyesuaikan sifat mekanis formulasi uji secara terkendali tanpa mengubah struktur kimia polimer dasarnya.

Sifat yang membuatnya dipilih adalah rantai diasam berjumlah dua belas karbon yang panjang dan fleksibel dipadukan dengan dua gugus alkil bercabang. Kombinasi ini memberikan volatilitas yang rendah, kompatibilitas yang baik dengan banyak polimer nonpolar dan semipolar, serta kinerja yang dikenal andal pada suhu rendah karena struktur bercabang menghambat kristalisasi. Sebagai ester diester berbobot molekul relatif besar, bahan ini cenderung tidak mudah menguap dari matriks selama pengujian termal, sehingga hasil karakterisasi lebih stabil. Bentuknya yang cair memudahkan pencampuran, penakaran dengan pipet volumetrik, dan penggabungan langsung ke dalam formulasi maupun larutan.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini relevan bagi riset formulasi polimer, kajian pelumas sintetik, pengujian bahan kabel dan lembaran plastik, serta laboratorium quality control industri yang memerlukan pembanding atau bahan uji standar. Ketersediaan kemasan 25 mL cocok untuk percobaan skala kecil dan penapisan formulasi, sedangkan 500 mL sesuai untuk pengujian berulang atau pembuatan sampel uji mekanis dalam jumlah yang lebih besar.

  • Studi plastisisasi polimer, karena molekul ester panjang ini menurunkan suhu transisi gelas dan meningkatkan kelenturan lembaran uji secara terukur.
  • Formulasi pelumas sintetik dan cairan hidrolik, sebab ester diester bercabang dikenal memiliki indeks viskositas baik serta kinerja stabil pada suhu rendah.
  • Uji kompatibilitas dan migrasi aditif, karena volatilitasnya rendah sehingga cocok dipakai memantau perpindahan plasticizer dari matriks polimer selama pengondisian.
  • Pembuatan sampel uji mekanis untuk tarik dan lentur, mengingat kadar aditif dapat divariasikan guna memetakan hubungan komposisi terhadap sifat mekanik bahan.
  • Kajian ketahanan suhu rendah bahan elastomer, karena struktur bercabangnya menghambat kristalisasi sehingga membantu menjaga fleksibilitas pada kondisi dingin.

Merek TCI
Nomor CAS 19074-24-9
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Polymer Additives
Ukuran kemasan 25 mL dan 500 mL
Bentuk fisik cairan
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering dengan wadah tertutup rapat, sesuai petunjuk label dan SDS

Simpan cairan ini dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, terlindung dari sinar matahari langsung serta jauh dari sumber panas dan bahan pengoksidasi kuat. Gunakan botol kaca atau wadah yang kompatibel bila bahan perlu dipindahkan, dan hindari wadah plastik yang dapat melunak akibat kontak dengan ester plasticizer. Tangani di area berventilasi baik, kenakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, karena tumpahan ester membuat lantai menjadi licin dan sulit dibersihkan. Serap tumpahan dengan bahan penyerap inert, tutup rapat setelah penggunaan, dan buang limbah sesuai prosedur laboratorium yang berlaku.