TCI D2106 2,6-Dichloro-3-nitrotoluene adalah senyawa aromatik tersubstitusi yang membawa gugus metil, dua atom klor, dan satu gugus nitro pada cincin benzena. Di laboratorium sintesis organik, bahan padatan ini berperan sebagai senyawa antara aromatik dengan pola substitusi yang sudah tertata rapi. Menyiapkan susunan tiga jenis substituen pada posisi yang tepat melalui nitrasi dan klorinasi bertahap merupakan pekerjaan yang menuntut kontrol regioselektivitas ketat, sehingga tersedianya bahan siap pakai ini menghemat banyak tahap sekaligus menghindari pemisahan campuran isomer yang melelahkan.
Sifat yang membuatnya dipilih adalah kekayaan titik reaksi yang ditawarkan dalam satu molekul. Gugus nitro sangat menarik elektron sehingga mengaktifkan cincin terhadap substitusi nukleofilik aromatik pada posisi klor yang berdekatan, dan pada saat yang sama dapat direduksi menjadi amina aromatik yang menjadi pintu masuk menuju garam diazonium, amida, sulfonamida, atau inti heterosiklik terkondensasi. Gugus metil dapat dioksidasi menjadi asam karboksilat atau dihalogenasi pada rantai samping melalui reaksi radikal bebas. Kombinasi ini memberi peneliti banyak arah pengembangan struktur dari satu bahan awal.
Di Indonesia, senyawa ini relevan bagi laboratorium riset sintesis organik, kimia medisinal, serta pengembangan bahan aktif pertanian dan zat warna di lingkungan kampus dan lembaga penelitian. Kemasan 25 g memberikan jumlah yang memadai untuk melakukan beberapa tahap reaksi berurutan beserta pengulangannya, termasuk kebutuhan bahan untuk pemurnian dan karakterisasi produk pada setiap tahap.
- Substitusi nukleofilik aromatik, karena gugus nitro yang kuat menarik elektron mengaktifkan posisi klor di sebelahnya terhadap serangan nukleofil bernitrogen maupun beroksigen.
- Sintesis anilina tersubstitusi melalui reduksi gugus nitro, sebab amina aromatik hasil reduksi menjadi bahan awal penting bagi banyak jalur sintesis lanjutan.
- Pembuatan senyawa antara agrokimia, mengingat pola aromatik terklorinasi dan ternitrasi banyak dijumpai pada kerangka herbisida maupun fungisida komersial.
- Sintesis zat warna azo, karena amina hasil reduksi dapat didiazotasi lalu digandengkan dengan komponen kopling untuk menghasilkan kromofor yang stabil.
- Fungsionalisasi rantai samping metil, sebab gugus metil dapat dioksidasi menjadi asam karboksilat atau dibrominasi secara radikal untuk perluasan struktur molekul.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 29682-46-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | TCI |
| Ukuran kemasan | 25 g |
| Bentuk fisik | padatan |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya sesuai petunjuk label dan SDS |
Simpan padatan ini dalam wadah asli yang tertutup rapat di lemari reagen yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, terlindung dari cahaya serta jauh dari sumber panas, nyala api, dan bahan pereduksi maupun pengoksidasi kuat. Senyawa nitroaromatik terklorinasi perlu ditangani dengan hati-hati karena berpotensi berbahaya bila terhirup, tertelan, atau kontak dengan kulit. Lakukan penimbangan di lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta hindari penyebaran debu halus. Jangan membuang sisa bahan ke saluran air; kumpulkan tumpahan secara kering ke wadah limbah berlabel dan serahkan kepada pengelola limbah bahan berbahaya laboratorium.
—
