TCI D2109 2,6-Dichlorobenzyl Methyl Ether adalah senyawa aromatik terklorinasi yang membawa gugus benzil eter termetilasi, dan disediakan sebagai building block non-heterosiklik untuk pekerjaan sintesis organik di laboratorium. Peran utamanya adalah menyediakan inti benzena yang sudah tersubstitusi dua atom klor pada posisi orto ganda, sekaligus gugus benzilik yang telah terlindungi sebagai metil eter. Dengan demikian peneliti dapat langsung memakai kerangka aromatik ini tanpa harus melakukan klorinasi terarah maupun proteksi gugus alkohol benzilik terlebih dahulu, sehingga jalur sintesis menjadi lebih ringkas dan lebih mudah dikendalikan hasilnya.
Sifat yang membuat bahan ini banyak dipilih adalah pola substitusi 2,6-diklorinya. Dua atom klor yang mengapit gugus benzilik memberi hambatan ruang yang cukup besar dan sekaligus menarik elektron dari cincin, sehingga reaktivitas serta arah reaksi selanjutnya dapat diprediksi dengan lebih baik. Atom klor pada cincin aromatik juga berpotensi menjadi titik sambung pada reaksi kopling katalitik logam transisi, sementara gugus metil eter melindungi posisi benzilik dari oksidasi maupun reaksi samping yang tidak diinginkan. Kombinasi ini menghasilkan pereaksi yang relatif mudah ditangani namun tetap fleksibel untuk diolah lanjut.
Di lingkungan laboratorium Indonesia, senyawa semacam ini paling sering dipakai pada riset sintesis organik di perguruan tinggi, laboratorium kimia bahan aktif, serta unit riset dan pengembangan yang menekuni pengembangan senyawa aromatik terklorinasi. Kemasan tunggal berukuran menengah cocok untuk kebutuhan penelitian bertahap, pengulangan reaksi skala milimol, dan penyiapan sampel untuk analisis instrumen tanpa menimbulkan sisa bahan berlebih yang menyulitkan penyimpanan jangka panjang.
- Sintesis senyawa aromatik tersubstitusi, karena kerangka 2,6-dikloro yang sudah terbentuk menghemat tahap klorinasi terarah yang biasanya sulit dikendalikan selektivitasnya.
- Reaksi kopling silang berkatalis logam transisi, sebab atom klor pada cincin aromatik dapat berfungsi sebagai titik sambung untuk pembentukan ikatan karbon–karbon baru.
- Penyiapan intermediat bahan aktif skala laboratorium, karena gugus benzilik yang terlindungi sebagai metil eter menekan reaksi samping selama tahap sintesis berjalan.
- Studi pengaruh hambatan sterik pada reaktivitas, sebab dua klor yang mengapit gugus benzilik memberikan model yang jelas untuk pengamatan efek ruang.
- Pembuatan senyawa pembanding untuk analisis instrumen, karena struktur terklorinasi memberikan pola spektrum massa dan kromatogram yang mudah dikenali penganalisis.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 33486-90-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g |
| Bentuk fisik | sesuai keterangan pada label kemasan dan Safety Data Sheet produk |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, wadah tertutup rapat, jauh dari sumber panas dan nyala api |
Simpan bahan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, terpisah dari bahan pengoksidasi kuat serta sumber panas maupun nyala api. Sebagai senyawa organik terklorinasi, penanganan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam untuk menghindari terhirupnya uap. Gunakan sarung tangan yang sesuai, kacamata pelindung, dan jas laboratorium selama pemindahan maupun penimbangan bahan. Tutup wadah segera setelah dipakai, hindari kontak dengan kulit dan mata, dan pastikan area kerja bebas dari sumber percikan. Kumpulkan sisa bahan dan pelarut bekas pada wadah limbah terhalogenasi terpisah sesuai prosedur pengelolaan limbah laboratorium.
—
