TCI D2110 1,5-Diiodopentane (stabilized with Copper chip) adalah senyawa alifatik rantai lurus lima karbon yang membawa atom iodin pada kedua ujungnya, dilengkapi serpihan tembaga sebagai penstabil di dalam kemasan. Bahan ini berfungsi sebagai reagen pengalkilasi bifungsional, artinya kedua ujung molekul dapat bereaksi dengan nukleofil sehingga cocok dipakai untuk menyambung dua gugus fungsi atau membentuk cincin. Dalam praktik laboratorium, senyawa seperti ini menjadi penghubung standar ketika peneliti perlu memasang jembatan alifatik dengan panjang rantai yang sudah tertentu dan terukur secara tepat.
Keunggulan yang membuat senyawa ini dipilih adalah reaktivitas gugus iodida yang tinggi. Iodida merupakan gugus lepas yang sangat baik, sehingga reaksi substitusi nukleofilik berjalan pada kondisi yang lebih lunak dibandingkan analog bromida maupun kloridanya. Hal ini menguntungkan ketika substrat lain dalam campuran reaksi sensitif terhadap pemanasan atau basa kuat. Di sisi lain, senyawa iodida alifatik cenderung terurai perlahan oleh cahaya dan udara sambil melepaskan iodin bebas; karena itu penambahan serpihan tembaga sebagai penstabil sangat membantu menjaga mutu bahan selama penyimpanan dan pemakaian berulang di laboratorium.
Di Indonesia, reagen ini biasa dimanfaatkan pada riset sintesis organik, kimia supramolekul, dan pengembangan bahan fungsional di perguruan tinggi maupun lembaga penelitian. Kemasan berukuran penelitian sesuai untuk percobaan skala kecil sampai menengah, termasuk penyusunan makrosiklus, sintesis surfaktan bergugus ganda, dan pembuatan garam amonium kuaterner. Perlu diperhatikan bahwa serpihan tembaga sebaiknya tidak ikut terpindah ke dalam labu reaksi saat pengambilan bahan.
- Reaksi alkilasi ganda pada nukleofil, karena kedua ujung iodida dapat bereaksi berurutan sehingga dua gugus fungsi tersambung oleh jembatan lima karbon.
- Sintesis senyawa siklik dan makrosiklik, sebab jarak antar kedua gugus iodida memungkinkan penutupan cincin dengan ukuran yang dapat diperkirakan sebelumnya.
- Pembuatan garam amonium kuaterner dan cairan ionik, karena iodida sebagai gugus lepas yang reaktif mempermudah kuaternisasi amina pada kondisi relatif lunak.
- Sintesis surfaktan gemini dan molekul bergugus kembar, sebab rantai pentilena menjadi penghubung fleksibel antara dua kepala gugus fungsi yang sama.
- Modifikasi permukaan dan penambatan gugus fungsi, karena satu ujung dapat direaksikan lebih dulu sementara ujung lainnya disisakan untuk tahap penyambungan berikutnya.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 628-77-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g |
| Bentuk fisik | cairan, dikemas bersama serpihan tembaga sebagai penstabil |
| Penyimpanan | simpan sejuk, terlindung dari cahaya, wadah tertutup rapat; jangan buang serpihan tembaga penstabil dari kemasan |
Simpan produk pada tempat yang sejuk dan gelap, sebaiknya di dalam wadah asli berwarna gelap yang tertutup rapat, karena senyawa iodida alifatik peka terhadap cahaya dan udara. Pertahankan serpihan tembaga di dalam kemasan sebagai penstabil dan hindari memindahkannya ke dalam labu reaksi saat pengambilan bahan. Bahan yang menguning menandakan pelepasan iodin dan sebaiknya diperiksa mutunya sebelum digunakan untuk pekerjaan kuantitatif. Lakukan pemindahan di lemari asam menggunakan pipet atau jarum suntik kaca, serta pakai sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Kumpulkan limbah pada wadah khusus senyawa terhalogenasi sesuai prosedur laboratorium.
—
