Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 112022-83-0

(R)-5,5-Diphenyl-2-methyl-3,4-propano-1,3,2-oxazaborolidine TCI D2130

(R)-5,5-Diphenyl-2-methyl-3,4-propano-1,3,2-oxazaborolidine TCI D2130
Harga reguler Rp 1.888.950,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.888.950,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D2130 (R)-5,5-Diphenyl-2-methyl-3,4-propano-1,3,2-oxazaborolidine adalah katalis kiral golongan oksazaborolidin yang dikenal luas di kalangan kimiawan sintesis sebagai katalis CBS. Senyawa ini digunakan bersama sumber hidrida seperti boran untuk melakukan reduksi enansioselektif terhadap keton prokiral, sehingga menghasilkan alkohol sekunder dengan satu konfigurasi yang dominan. Peran katalis ini di laboratorium sangat strategis karena banyak molekul bioaktif dan bahan aktif farmasi hanya menunjukkan aktivitas yang diinginkan pada satu bentuk enansiomer, sehingga pengendalian kiralitas menjadi kebutuhan mendasar dalam sintesis modern.

Sifat yang membuat katalis ini dipilih adalah kemampuannya memberikan selektivitas tinggi pada kondisi reaksi yang relatif ringan, bekerja dalam jumlah substoikiometri sehingga hemat bahan, serta menghasilkan produk yang mudah dipisahkan pada pengolahan pasca-reaksi. Kerangka bisiklik dengan dua gugus fenil ruah pada posisi 5 menciptakan lingkungan sterik yang tegas di sekitar atom boron, dan lingkungan inilah yang mengarahkan pendekatan hidrida ke salah satu sisi keton. Karena tersedia dalam bentuk (R) maupun pasangan enansiomernya, peneliti dapat memilih katalis sesuai konfigurasi alkohol yang ingin dihasilkan. Sebagai produk TCI, keseragaman mutu membantu menjaga nilai enansioselektivitas yang konsisten antar percobaan.

Laboratorium di Indonesia memanfaatkan katalis ini terutama pada penelitian sintesis asimetris di perguruan tinggi, pengembangan bahan aktif farmasi, serta sintesis senyawa bahan alam yang memerlukan pusat stereogenik terkendali. Kemasan 1 g dan 5 g sesuai dengan pola pemakaian katalitik yang umumnya hanya membutuhkan sedikit bahan per reaksi. Perhatian utama pengguna di iklim tropis adalah menjaga bahan tetap kering, karena kelembapan dapat menurunkan kinerja katalis secara nyata.

  • Reduksi keton secara enansioselektif: dipakai bersama boran untuk mengubah keton prokiral menjadi alkohol sekunder kiral dengan tingkat selektivitas yang tinggi.
  • Sintesis bahan aktif farmasi: membantu membangun pusat stereogenik yang menentukan aktivitas biologis pada rute sintesis senyawa obat berbasis alkohol kiral.
  • Sintesis total senyawa bahan alam: menyediakan tahap reduksi terkendali untuk memasang konfigurasi yang benar pada molekul target yang kompleks dan bernilai tinggi.
  • Pembuatan blok bangunan kiral: menghasilkan alkohol kiral yang selanjutnya diubah menjadi amina, eter, atau ester kiral untuk kebutuhan sintesis lanjutan.
  • Studi metodologi katalisis asimetris: menjadi katalis rujukan bagi peneliti yang membandingkan sistem katalis baru terhadap standar reduksi asimetris yang telah mapan.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk D2130
Nomor CAS 112022-83-0
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Asymmetric Synthesis > Chiral Catalysts, Chiral Ligands, Chiral Reagents
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik padatan pada suhu ruang; rujuk label dan Certificate of Analysis lot untuk deskripsi resmi
Penyimpanan sangat peka terhadap kelembapan; simpan dalam wadah tertutup rapat di bawah gas inert dan tempat sejuk

Katalis oksazaborolidin bersifat peka terhadap air dan udara lembap, sehingga penyimpanan harus dilakukan dalam wadah tertutup rapat, sebaiknya di bawah atmosfer gas inert seperti nitrogen atau argon, dan diletakkan di tempat sejuk serta kering. Penimbangan dan pemindahan sebaiknya dilakukan di dalam glove box atau menggunakan teknik Schlenk agar katalis tidak terpapar uap air ruangan. Gunakan alat gelas yang benar-benar kering, pelarut anhidrat, serta jarum suntik dan septum bersih untuk pemindahan larutan. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, kerjakan di dalam lemari asam, dan tutup kembali wadah segera setelah pengambilan untuk menjaga kinerja katalis.

  • Yadav dkk. (2010). Selective Oxidation of Methyl Diphenyl Methyl Mercapto Acetate to Methyl Diphenyl Methyl Sulfinyl Acetate Using a Novel Catalyst UDCaT-3†. Organic Process Research & Development doi:10.1021/op900304m

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.