TCI D2146 dengan nomor CAS 17018-07-4 adalah Glycerol alpha,alpha'-Diallyl Ether, senyawa turunan gliserol yang dua gugus hidroksil ujungnya telah dieterifikasi dengan gugus alil, sementara gugus hidroksil di posisi tengah tetap bebas. Di laboratorium, bahan ini dikelompokkan sebagai monomer untuk reagen polimer dan makromolekul. Peranannya adalah menyediakan molekul kecil dengan dua ikatan rangkap terminal yang siap ikut bereaksi pada polimerisasi maupun pengikatan silang, sekaligus membawa satu gugus hidroksil yang dapat difungsionalisasi lebih lanjut.
Karakteristik yang membuat monomer ini banyak dipilih adalah kombinasi difungsionalitas alil dan gugus hidroksil bebas dalam satu molekul yang relatif kecil dan berasal dari kerangka gliserol. Dua gugus alil memungkinkan pembentukan jaringan tiga dimensi melalui reaksi tiol-ena, hidrosililasi, maupun polimerisasi radikal, sehingga menghasilkan bahan dengan kerapatan ikatan silang yang dapat diatur. Gugus hidroksil di tengah meningkatkan kepolaran, memperbaiki daya lekat pada permukaan polar, serta menyediakan titik masuk untuk esterifikasi atau reaksi dengan isosianat. Bentuknya berupa cairan sehingga mudah dicampur langsung ke dalam formulasi resin.
Di Indonesia, bahan ini umumnya dipakai laboratorium riset polimer dan material di kampus maupun industri, laboratorium pelapis dan perekat, serta kelompok yang mengembangkan bahan berbasis sumber terbarukan karena kerangka gliserolnya. Kemasan 25 mL sesuai untuk percobaan formulasi skala kecil dan penapisan resep, sedangkan kemasan 500 mL mendukung pembuatan lembaran uji, cetakan spesimen mekanik, dan percobaan pengulangan yang memerlukan bahan dalam jumlah lebih banyak.
- Monomer pengikat silang pada reaksi tiol-ena, karena dua ikatan rangkap terminalnya bereaksi efisien dengan senyawa tiol membentuk jaringan polimer yang rapat dan seragam.
- Formulasi resin dan pelapis yang diawetkan sinar ultraviolet, sebab gugus alil ganda meningkatkan kerapatan ikatan silang sehingga lapisan menjadi lebih keras dan tahan pelarut.
- Riset perekat dan bahan pengikat, mengingat gugus hidroksil bebasnya memperbaiki kepolaran dan daya lekat terhadap permukaan seperti kaca, logam, dan selulosa.
- Sintesis prapolimer poliuretana bercabang, karena gugus hidroksil dapat bereaksi dengan isosianat sementara gugus alil tetap tersedia untuk pengawetan tahap berikutnya.
- Pembuatan bahan berpori dan hidrogel berbasis gliserol, sebab strukturnya memungkinkan penyusunan jaringan dengan keseimbangan sifat hidrofilik dan kekakuan yang dapat diatur.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 17018-07-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Monomers |
| Ukuran kemasan | 25 mL dan 500 mL |
| Bentuk fisik | cairan |
| Penyimpanan | tempat sejuk, gelap, jauh dari panas dan sumber radikal; wadah tertutup rapat |
Simpan monomer ini di tempat sejuk, gelap, dan berventilasi baik, dalam wadah kaca tertutup rapat agar tidak terjadi polimerisasi dini akibat panas, cahaya, maupun cemaran radikal. Jauhkan dari bahan pengoksidasi kuat, peroksida, dan sumber api karena senyawa alil eter bersifat mudah terbakar. Gunakan lemari asam saat memindahkan cairan, dan pakai pipet atau jarum suntik bersih untuk menghindari kontaminasi isi botol. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Tutup botol segera setelah digunakan, catat tanggal pembukaan, dan tampung limbahnya sebagai limbah organik sesuai prosedur laboratorium.
—
