Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 24772-63-2

1,8-Diiodooctane (stabilized with Copper chip) TCI D2158

1,8-Diiodooctane (stabilized with Copper chip) TCI D2158
Harga reguler Rp 1.151.850,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.151.850,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D2158 1,8-Diiodooctane, yang di kalangan peneliti material kerap disingkat DIO, adalah senyawa alifatik rantai delapan karbon dengan atom iodin pada kedua ujungnya, dipasok dalam keadaan distabilkan menggunakan kepingan tembaga. Di laboratorium, bahan ini memiliki dua peran yang sangat berbeda namun sama-sama penting. Sebagai reagen sintesis organik, kedua gugus iodida primernya menjadikannya agen alkilasi bifungsional yang efektif untuk membangun rantai penghubung atau menutup cincin makrosiklik. Sebagai aditif proses, DIO menjadi salah satu bahan paling dikenal dalam fabrikasi lapisan aktif divais elektronik organik berbasis larutan.

Karakteristik yang membuatnya banyak dipilih adalah kombinasi titik didih yang jauh lebih tinggi dibandingkan pelarut pemrosesan umum dan kemampuan melarutkan komponen tertentu secara selektif. Sifat inilah yang membuat DIO menguap belakangan saat lapisan tipis mengering, sehingga memberi waktu tambahan bagi molekul untuk menata diri dan membentuk morfologi yang lebih teratur. Dari sisi reaktivitas, ikatan karbon-iodin primer relatif mudah disubstitusi oleh nukleofil, sementara rantai metilena yang panjang dan lentur memberikan jarak antaraduk yang berguna dalam desain molekul. Penambahan kepingan tembaga berfungsi menekan penguraian dan pembentukan iodin bebas selama penyimpanan.

Di Indonesia, senyawa ini paling banyak digunakan oleh kelompok riset sel surya organik, transistor lapis tipis organik, dan material optoelektronik di universitas serta pusat penelitian nasional, di samping laboratorium kimia sintesis yang mengerjakan reaksi alkilasi ganda. Kemasan 5 gram dan 25 gram sesuai untuk pemakaian aditif yang biasanya hanya beberapa persen volume, sekaligus cukup untuk kebutuhan sintesis skala penelitian tanpa menyisakan stok berlebih yang berisiko menurun mutunya.

  • Aditif pengatur morfologi pada lapisan aktif sel surya organik, karena titik didihnya yang tinggi memperlambat pengeringan film dan memperbaiki penataan fasa donor-akseptor.
  • Agen alkilasi bifungsional pada sintesis organik, sebab dua gugus iodida primernya memungkinkan pemasangan rantai penghubung delapan karbon pada dua nukleofil sekaligus.
  • Pembuatan senyawa makrosiklik melalui reaksi penutupan cincin, di mana rantai fleksibel oktil berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan dua situs reaktif pada satu molekul.
  • Sintesis surfaktan, ligan, dan monomer berantai panjang, karena rantai metilena memberi karakter hidrofobik yang dapat diatur panjangnya secara terdefinisi.
  • Riset transistor dan fotodetektor organik, mengingat aditif ini dipakai untuk mengendalikan kristalinitas lapisan semikonduktor dan memperbaiki kinerja transpor muatan divais.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 24772-63-2
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik cairan, distabilkan dengan kepingan tembaga di dalam wadah
Penyimpanan sangat peka terhadap cahaya; simpan di tempat sejuk, gelap, dan tertutup rapat

Senyawa iodoalkana sangat peka terhadap cahaya, sehingga wadah harus disimpan dalam botol gelap atau terbungkus pelindung cahaya di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik. Jangan membuang kepingan tembaga yang menyertai bahan, karena berfungsi sebagai stabilisator yang menekan pembentukan iodin bebas; munculnya warna keunguan atau kecokelatan menandakan bahan mulai terurai. Tutup rapat segera setelah pengambilan dan pertimbangkan penggunaan atmosfer inert untuk pemakaian berulang. Lakukan penanganan di dalam lemari asam dengan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Hindari kontak dengan kulit dan mata, jauhkan dari oksidator kuat dan basa kuat, serta kelola limbah terhalogenasi secara terpisah.