2,6-Dichloro-p-cresol (2,6-DCPC) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini termasuk dalam kategori bahan dasar kimia yang sering digunakan dalam laboratorium untuk membangun struktur molekuler tertentu. Sebagai senyawa aromatik klorinasi, 2,6-DCPC memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktif, sehingga cocok untuk berbagai aplikasi sintetik.
2,6-Dichloro-p-cresol memiliki struktur molekuler yang khas dengan dua atom klorin di posisi 2 dan 6 pada cincin fenil. Senyawa ini memiliki kekhasan dalam reaktivitasnya terhadap berbagai reaksi substitusi dan reaksi oksidasi. Karena sifat kimia yang spesifik, 2,6-DCPC sering dipilih sebagai bahan baku dalam pembuatan senyawa obat, bahan kimia industri, dan bahan pengawet.
Di laboratorium Indonesia, 2,6-Dichloro-p-cresol digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam sintesis senyawa kompleks yang membutuhkan substitusi klorin pada struktur aromatik. Bahan ini juga sering diaplikasikan dalam penelitian lingkungan dan farmasi, karena kemampuannya untuk berinteraksi dengan berbagai senyawa organik.
- Sintesis senyawa obat dengan struktur aromatik klorinasi
- Pembuatan bahan pengawet kimia untuk industri pangan
- Reaksi substitusi dalam sintesis senyawa heterosiklik
- Penelitian lingkungan terkait degradasi senyawa organik
- Pengembangan bahan kimia industri yang memerlukan reaktivitas spesifik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2432-12-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2,6-Dichloro-p-cresol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan penguapan. Bahan ini sebaiknya disimpan di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Dalam penggunaan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena bersifat kimia yang dapat menyebabkan iritasi.
—
