1,4-Dichloro-2-butanol adalah senyawa alifatik berantai empat karbon yang membawa dua atom klor pada ujung-ujung rantai dan satu gugus hidroksil di posisi kedua. Kombinasi tiga gugus fungsi dalam molekul sekecil ini menjadikannya building block non-heterosiklik yang sangat serbaguna. Di laboratorium sintesis, senyawa ini berperan sebagai penghubung tiga karbon hingga empat karbon yang dapat disiklisasi menjadi cincin, diperpanjang menjadi rantai, atau diubah menjadi elektrofil ganda. Ketersediaannya sebagai reagen komersial menghemat waktu peneliti dibanding harus menyiapkan turunan halohidrin sendiri dari bahan yang lebih sederhana.
Sifat yang membuat senyawa ini dipilih adalah reaktivitas yang bertingkat pada gugus-gugusnya. Kedua atom klor primer merupakan situs substitusi nukleofilik yang baik, sementara gugus hidroksil sekunder dapat dideprotonasi, dilindungi, dioksidasi, atau diubah menjadi gugus pergi. Ketika hidroksil dideprotonasi, alkoksida yang terbentuk dapat menyerang karbon berklor di dekatnya secara intramolekul membentuk cincin epoksida atau cincin oksigen lain, sebuah jalur yang sangat berguna untuk membangun heterosiklik jenuh. Wujudnya sebagai cairan memudahkan pengukuran volumetrik, pemindahan dengan pipet, dan pencampuran dengan pelarut organik pada berbagai skala reaksi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini dipakai pada penelitian sintesis organik di perguruan tinggi, terutama untuk pembuatan tetrahidrofuran tersubstitusi, pirolidina, dan senyawa antara farmasi. Tersedianya tiga ukuran kemasan memberi keleluasaan: 5 g untuk uji rute awal, 10 g untuk optimasi kondisi reaksi, dan 25 g bagi kelompok riset yang menjalankan sintesis berulang atau memerlukan bahan untuk beberapa tahap sekaligus dalam satu rangkaian penelitian.
- Sintesis cincin tetrahidrofuran tersubstitusi — gugus hidroksil dan klor pada jarak yang tepat memungkinkan siklisasi intramolekul membentuk cincin oksigen lima anggota.
- Pembuatan pirolidina dan azetidina — reaksi dengan amina primer memanfaatkan kedua atom klor sehingga cincin nitrogen jenuh terbentuk melalui alkilasi ganda berurutan.
- Prekursor epoksida — deprotonasi hidroksil menghasilkan alkoksida yang menutup cincin oksiran, memberi elektrofil tegang yang berguna untuk pembukaan cincin selanjutnya.
- Penghubung bifungsional pada sintesis makrosiklus — dua ujung reaktif memungkinkan penyambungan dua nukleofil berbeda untuk membentuk kerangka rantai atau cincin besar.
- Sintesis senyawa antara farmasi — kombinasi halida dan alkohol sekunder memberi titik diversifikasi yang praktis untuk membangun rantai samping molekul bioaktif.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2419-74-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g, 10 g, dan 25 g |
| Bentuk fisik | cairan |
| Penyimpanan | simpan sejuk, kering, terlindung cahaya, wadah tertutup rapat |
Simpan cairan ini dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, terlindung dari cahaya matahari langsung serta sumber panas dan api. Senyawa terhalogenasi sebaiknya tidak disimpan berdekatan dengan basa kuat, oksidator kuat, atau logam reaktif. Lakukan pemindahan dan pengukuran di dalam lemari asam untuk menghindari penghirupan uap. Alkil klorida umumnya bersifat mengiritasi kulit, mata, dan saluran pernapasan, sehingga sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium wajib dipakai. Sediakan bahan penyerap untuk menangani tumpahan dan buang limbah sesuai prosedur limbah terhalogenasi.
—
