TCI D2209 meso-2,3-Diphenylsuccinic Acid adalah asam dikarboksilat dengan rantai suksinat yang membawa dua gugus fenil pada atom karbon nomor 2 dan 3. Karena kedua atom karbon tersebut merupakan pusat stereogenik, senyawa ini memiliki bentuk meso, yaitu bentuk yang secara internal simetris sehingga tidak bersifat optis aktif meskipun mengandung dua pusat kiral. Sifat itu menjadikannya bahan yang sangat bernilai di laboratorium, baik sebagai bahan antara sintesis maupun sebagai senyawa model untuk mempelajari konsep stereokimia secara nyata.
Karakteristik yang membuat senyawa ini dipilih adalah kombinasi dua gugus karboksil yang reaktif dengan dua cincin fenil yang bersifat hidrofobik dan ruah. Gugus karboksil dapat diesterifikasi, diamidasi, diubah menjadi anhidrida siklik, atau digunakan untuk membentuk garam dengan basa organik, sedangkan cincin fenilnya mengatur konformasi molekul dan memengaruhi cara molekul menata diri dalam kisi kristal. Stereokimia meso yang terdefinisi juga menjadikan senyawa ini rujukan yang bersih untuk membandingkan perilaku diastereomer, misalnya dalam kajian pemisahan, penentuan struktur, maupun analisis spektroskopi.
Di Indonesia, bahan ini banyak digunakan pada laboratorium kimia organik perguruan tinggi untuk riset stereokimia dan sintesis, laboratorium kimia analitik yang mengembangkan metode pemisahan diastereomer, serta laboratorium bahan yang mengkaji kristalisasi dan pembentukan kokristal. Kemasan 1 g sangat sesuai untuk keperluan pembanding, uji pendahuluan, atau demonstrasi, sedangkan kemasan 5 g memenuhi kebutuhan sintesis dan pengulangan percobaan secara lebih leluasa.
- Kajian stereokimia: bentuk meso yang terdefinisi menjadikannya contoh nyata untuk mempelajari hubungan diastereomer, simetri internal, dan sifat optis senyawa berpusat ganda.
- Bahan antara sintesis organik: kedua gugus karboksil dapat diesterifikasi, diamidasi, atau disiklisasi menjadi anhidrida untuk membangun kerangka molekul lanjutan.
- Penelitian kristalisasi dan kokristal: gugus karboksil pembentuk ikatan hidrogen dan cincin fenil ruah menghasilkan pola pengemasan kristal yang menarik dikaji.
- Pengembangan metode pemisahan analitik: senyawa ini berguna sebagai sampel uji ketika menguji kemampuan kolom memisahkan pasangan diastereomer secara efektif.
- Sintesis ligan dan polimer: kerangka suksinat berfenil dapat diubah menjadi unit penghubung kaku pada perancangan ligan maupun bahan makromolekul.
| Merek | TCI (kode produk D2209) |
|---|---|
| Nomor CAS | 1225-13-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1 g dan 5 g |
| Bentuk fisik | padatan kristalin |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, terhindar dari kelembapan |
Simpan bahan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat pada tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, terlindung dari sinar matahari langsung serta kelembapan tinggi agar padatan tidak menggumpal dan mutunya terjaga. Wadah kaca atau botol plastik bermutu laboratorium dengan tutup ulir kedap sudah memadai; simpan di lemari bahan kimia bersama senyawa organik lain dan pisahkan dari basa kuat serta bahan pengoksidasi kuat. Lakukan penimbangan dengan hati-hati agar debu halus tidak beterbangan, sebaiknya di dalam lemari asam, sambil mengenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Hindari kontak dengan kulit dan mata, serta baca lembar data keselamatan bahan.
—
