2,5-Dimethylterephthalonitrile adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang stabil dan dapat berfungsi sebagai bahan pembangun dalam berbagai reaksi kimia. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan untuk menghasilkan senyawa dengan struktur tertentu yang diperlukan dalam penelitian kimia organik.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang sangat baik, termasuk tingkat reaktivitas yang dapat dikontrol, sehingga memungkinkan reaksi yang lebih efisien dan presisi. Karakteristik ini menjadikannya pilihan yang ideal untuk para peneliti yang membutuhkan bahan dengan sifat kimia yang konsisten. Selain itu, senyawa ini juga relatif mudah dalam proses pemrosesan dan tidak mudah terdegradasi dalam kondisi laboratorium standar.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pengembangan senyawa baru atau modifikasi senyawa yang sudah ada. Bahan ini sangat relevan dalam berbagai bidang seperti farmasi, material, dan kimia industri. Ketersediaannya di pasar lokal juga memudahkan para peneliti dalam memenuhi kebutuhan eksperimen mereka.
- Sintesis senyawa organik kompleks untuk pengembangan obat baru
- Pembuatan bahan polimer dengan sifat tertentu untuk aplikasi industri
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa nitrogen dalam reaksi kimia
- Pengembangan senyawa dengan struktur tertentu untuk aplikasi material
- Uji keterikatan senyawa dalam reaksi kimia untuk penelitian lanjutan
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | (tidak ada) |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari sumber panas |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang kering dan sejuk. Hindari paparan langsung dari sinar matahari atau sumber panas. Gunakan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap bahan kimia. Selama penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Jangan menyimpannya bersama bahan kimia yang bersifat reaktif atau korosif.
- Villalba dkk. (2018). Experimental and Theoretical Study of the Reaction Kinetics of 2,5-Dimethylterephthalonitrile Bromination Compared to 1,4-Dimethylbenzene Bromination. Synthesis doi:10.1055/s-0036-1591750
- Kuroda-Sowa dkk. (1998). A Novel Two-Dimensional Copper(I) Coordination Polymer with Bridging TTF: Crystal Structure of [Cu(dmtpn)2(TTF)0.5](ClO4)(dmtpn: 2,5-dimethylterephthalonitrile). Chemistry Letters doi:10.1246/cl.1998.499
- Kuroda-Sowa dkk. (1996). Three-fold Interpenetrating Diamondoid Frameworks with π–π Stacking of Alternate Coordinated and Uncoordinated Ligands: Crystal Structures of Copper(I) Coordination Compounds, [Cu(DMTPN)2]X(DMTPN)(thf) (DMTPN = 2,5-Dimethylterephthalonitrile; X = BF4,ClO4). Chemistry Letters doi:10.1246/cl.1996.349
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
