2,6-Dimethoxytoluene adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai aplikasi laboratorium yang memerlukan reaktivitas dan kemampuan untuk berikatan dengan berbagai grup fungsi. Sebagai bahan dasar, 2,6-Dimethoxytoluene memiliki peran penting dalam pembuatan senyawa aromatik dan derivatnya, serta dalam proses pengembangan senyawa organik.
Karakteristik utama dari 2,6-Dimethoxytoluene adalah struktur molekulnya yang stabil dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia seperti substitusi, oksidasi, dan reduksi. Senyawa ini memiliki sifat non-polar yang memungkinkan ia larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan kloroform. Karena sifat ini, 2,6-Dimethoxytoluene sering dipilih dalam laboratorium yang membutuhkan reaktivitas tinggi dan kelarutan yang baik.
Di laboratorium Indonesia, 2,6-Dimethoxytoluene digunakan dalam berbagai penelitian kimia, termasuk dalam sintesis senyawa aromatik, pengembangan obat, dan penelitian material baru. Bahan ini menjadi pilihan utama karena ketersediaannya, kestabilannya, dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia yang kompleks.
- Sintesis senyawa aromatik kompleks karena kemampuannya berikatan dengan berbagai grup fungsi
- Pengembangan obat dan farmakologi sebagai bahan dasar senyawa aktif
- Penelitian material baru dalam bidang kimia organik dan polimer
- Reaksi substitusi dan oksidasi dalam laboratorium kimia organik
- Analisis kualitatif dan kuantitatif dalam proses identifikasi senyawa kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 5673-07-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 10g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2,6-Dimethoxytoluene harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat tidak beracun dalam dosis kecil, tetapi tetap harus ditangani dengan hati-hati untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung sangat dianjurkan. Pastikan area penyimpanan memiliki ventilasi yang baik untuk mencegah akumulasi uap.
- Partenheimer (2004). The Unusual Characteristics of the Aerobic Oxidation of 3,4‐Dimethoxytoluene with Metal/Bromide Catalysts. Advanced Synthesis & Catalysis doi:10.1002/adsc.200404139
- Yoshimura dkk. (2021). Biogenic manganese oxides combined with 1-hydroxybenzotriazol and an Mn(II)-oxidizing enzyme from Pleosporales sp. Mn1 oxidize 3,4-dimethoxytoluene to yield 3,4-dimethoxybenzaldehyde. Journal of Bioscience and Bioengineering doi:10.1016/j.jbiosc.2020.12.014
- Scalliet dkk. (2002). Biosynthesis of the major scent components 3,5‐dimethoxytoluene and 1,3,5‐trimethoxybenzene by novel rose O ‐methyltransferases. FEBS Letters doi:10.1016/s0014-5793(02)02956-3
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
