Trans-2,3-Dichloro-1,4-dioxane adalah senyawa organik yang digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini memiliki struktur molekul yang kompleks, terdiri dari siklik oksiran dengan substitusi klor pada posisi 2 dan 3. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai reaktan dalam reaksi kimia yang memerlukan kondisi tertentu, seperti reaksi substitusi nukleofilik atau reaksi penggabungan. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik dan sintesis senyawa kompleks.
Trans-2,3-Dichloro-1,4-dioxane memiliki sifat polar dan volatil, yang memungkinkan reaktivitasnya dalam berbagai kondisi reaksi. Senyawa ini juga memiliki titik didih yang relatif tinggi, sehingga memudahkan proses pemanasan dan pendinginan dalam reaksi kimia. Karena kemurniannya yang tinggi dan konsistensi dalam kemasan, senyawa ini sangat cocok untuk digunakan dalam penelitian yang membutuhkan presisi dan akurasi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama di bidang kimia organik dan farmasi. Banyak institusi penelitian dan universitas mengandalkan senyawa ini untuk pengembangan senyawa baru dan studi reaksi kimia. Ketersediaannya dan kualitasnya menjadikannya pilihan utama di berbagai laboratorium yang beroperasi di Indonesia.
- Sintesis senyawa heterosiklik yang memerlukan substitusi klor pada struktur siklik
- Reaksi penggabungan molekul untuk pembentukan senyawa kompleks
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa organik dalam kondisi tertentu
- Pengembangan senyawa farmakologis yang memerlukan struktur tertentu
- Studi tentang mekanisme reaksi kimia dalam lingkungan laboratorium
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 3883-43-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya matahari langsung untuk mencegah degradasi. Karena sifat volatilnya, wadah harus ditutup rapat dan disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Pemakaian harus dilakukan dalam ruang laboratorium yang terkontrol, dengan penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Harus dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta penggunaan di area terbuka.
- Cini dkk. (1999). X-ray structures of trans-dichloro(4-methylpyrimidine) (η1-phenyl)bis(pyridine)rhodium(III) hydrate and trans-dichloro(phenyl)tris(triphenylstibine)rhodium(III) ethylacetate solvate. Molecular orbital analysis of trans-dichloro (4-methylpyrimidine)(η1-phenyl)bis(pyridine)rhodium(III). Polyhedron doi:10.1016/s0277-5387(98)00337-4
- Paiaro dkk. (1994). Conformational equilibrium in trans, trans, trans-cyclododecatriene (CDT). Studies on trans-dichloro(CDT) α-methylbenzylamine-platinum(II). Journal of Organometallic Chemistry doi:10.1016/0022-328x(94)88084-0
- Warad (2010). Trans-dichloro-2,3-naphthalenediamine bis[(2-methoxyethyl)(diphenyl)phosphine]ruthenium(II) Complex. Molbank doi:10.3390/m696
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
