2,3-Dichloroanisole (TCI D2306) adalah senyawa kimia yang sering digunakan dalam berbagai reaksi organik di laboratorium. Bahan ini merupakan turunan dari anisole dengan dua klorin yang ditempatkan pada posisi ke-2 dan ke-3 pada struktur aromatiknya. Dalam laboratorium, senyawa ini digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain yang memiliki struktur kompleks. Karena sifatnya yang reaktif, 2,3-Dichloroanisole sering diaplikasikan dalam reaksi substitusi elektrofilik dan reaksi Friedel-Crafts.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat reaktif terhadap berbagai reagen seperti asam sulfat, natrium hidroksida, dan logam alkali. Karena struktur aromatiknya, senyawa ini juga memiliki kemampuan untuk berpartisipasi dalam reaksi substitusi dan reaksi kondensasi. Karakteristik ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk penelitian dalam bidang kimia organik dan sintesis senyawa kompleks.
Di laboratorium Indonesia, 2,3-Dichloroanisole digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Senyawa ini sering dipakai dalam proyek sintesis senyawa farmakologis, bahan kimia industri, dan studi struktur molekuler. Ketersediaannya di pasar lokal membuatnya mudah diakses oleh para peneliti dan mahasiswa yang membutuhkan bahan baku kimia berkualitas.
- Sintesis senyawa farmakologis karena struktur aromatik dan kemampuan reaktifnya
- Reaksi substitusi elektrofilik untuk menghasilkan senyawa dengan substituen baru
- Penelitian dalam bidang kimia organik untuk pengembangan senyawa baru
- Reaksi Friedel-Crafts untuk memperluas struktur molekul kompleks
- Studi struktur molekuler untuk memahami sifat kimia dan reaktivitas senyawa
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1984-59-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2,3-Dichloroanisole harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindungi dari paparan sinar matahari langsung. Tempat penyimpanan yang ideal adalah di ruang laboratorium dengan suhu rendah dan kelembapan terkontrol. Bahan ini bersifat reaktif, sehingga harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata.
- Ribeiro da Silva dkk. (2008). Thermochemical study of four isomers of dichloroanisole. The Journal of Chemical Thermodynamics doi:10.1016/j.jct.2008.02.003
- Park dkk. (2013). Extent of Nucleophilic Participation in the Solvolyses of an Aryl Chloromethyl Ether, α, p -Dichloroanisole. Journal of Chemical Research doi:10.3184/174751913x13734534378121
- Ramu dkk. (2010). Temperature‐ and pressure‐dependent study of 35Cl NQR frequency and spin lattice relaxation time in 2,3‐dichloroanisole. Magnetic Resonance in Chemistry doi:10.1002/mrc.2627
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
