2,2-Dimethylvaleric Acid (TCI D2320) adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia seperti esterifikasi, amidasi, dan reaksi substitusi. Sebagai building block, senyawa ini memainkan peran penting dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, material, dan industri kimia.
Karakteristik utama dari 2,2-Dimethylvaleric Acid termasuk kelarutan dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton, serta sifat reaktif yang memungkinkan reaksi kimia berbagai jenis. Senyawa ini juga memiliki struktur molekul yang stabil, sehingga cocok untuk digunakan dalam berbagai kondisi laboratorium. Keberagaman aplikasinya membuat senyawa ini menjadi pilihan utama dalam banyak penelitian kimia.
Di laboratorium Indonesia, 2,2-Dimethylvaleric Acid digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki potensi aplikasi medis atau industri. Bahan ini juga sering digunakan dalam pendidikan untuk mengajarkan konsep reaksi kimia dan sintesis senyawa kompleks.
- Sintesis senyawa organik kompleks untuk pengembangan obat baru
- Reaksi esterifikasi dalam pembuatan bahan kimia industri
- Pengujian reaktivitas senyawa dalam penelitian kimia murni
- Pembuatan senyawa intermediat untuk produksi bahan baku farmasi
- Penelitian tentang struktur dan sifat senyawa kimia baru
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1185-39-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5mL, 25mL |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2,2-Dimethylvaleric Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik tahan kimia. Saat menangani bahan ini, penting untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Bahan ini bersifat kimia yang bisa mengiritasi, sehingga harus dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata.
—
