3,5-Dibromobenzoic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia dan sintesis organik. Bahan ini memiliki struktur molekul yang terdiri dari cincin benzena dengan dua gugus bromo pada posisi 3 dan 5, serta gugus karboksilat pada posisi 1. Dalam laboratorium, senyawa ini sering dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa kompleks, termasuk obat-obatan, bahan tambahan makanan, dan bahan kimia industri.
Karena struktur kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, 3,5-Dibromobenzoic Acid menjadi pilihan utama dalam reaksi substitusi elektrofilik dan reaksi kondensasi. Senyawa ini juga memiliki daya tarik dalam reaksi reduksi dan oksidasi, serta bisa berperan sebagai reaktan dalam sintesis heterosiklik. Karena sifatnya yang dapat diprediksi, senyawa ini sangat cocok untuk penggunaan dalam laboratorium yang membutuhkan presisi dan konsistensi.
Di laboratorium Indonesia, 3,5-Dibromobenzoic Acid sering digunakan dalam penelitian kimia organik, pendidikan tinggi, dan industri farmasi. Bahan ini menjadi bagian dari kebutuhan dasar dalam laboratorium yang ingin melakukan eksperimen sintesis dan analisis kimia. Ketersediaannya di pasar lokal juga memudahkan para peneliti dan mahasiswa untuk mengakses bahan ini secara efisien.
- Sintesis senyawa obat-obatan karena kemampuannya dalam reaksi substitusi
- Reaksi kimia organik untuk menghasilkan senyawa kompleks dengan struktur spesifik
- Pengujian kualitas bahan kimia sebagai standar dalam analisis kimia
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa bromo dalam berbagai kondisi kimia
- Pembuatan bahan tambahan makanan dengan fungsi preservatif atau aroma
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 618-58-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
3,5-Dibromobenzoic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah kelembapan dan kontaminasi. Bahan ini bersifat kimia yang stabil, tetapi tetap perlu dihindari paparan langsung sinar matahari atau panas berlebihan. Selama penyimpanan, pastikan wadah tidak terbuka dan terjaga kebersihannya. Dalam penggunaan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menjaga keselamatan.
- Li dkk. (2011). Studies on electrochemical hydrodebromination mechanism of 2,5-dibromobenzoic acid on Ag electrode by in situ FTIR spectroscopy. Electrochimica Acta doi:10.1016/j.electacta.2011.01.115
- Yıldırım dkk. (2015). Synthesis, structural and computational characterization of 2-amino-3,5-diiodobenzoic acid and 2-amino-3,5-dibromobenzoic acid. Spectrochimica Acta Part A: Molecular and Biomolecular Spectroscopy doi:10.1016/j.saa.2015.03.072
- Houpis dkk. (2011). Palladium‐ and Copper‐Catalyzed Site Selective Monoamination of Dibromobenzoic Acid. Advanced Synthesis & Catalysis doi:10.1002/adsc.201000800
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
