2,6-Dichlorophenylhydrazine Hydrochloride adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa heterosiklik dan senyawa organik lainnya. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan baku untuk reaksi hidrazinasi, yang merupakan metode penting dalam pembuatan senyawa dengan struktur kompleks. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang baik, senyawa ini menjadi pilihan utama para peneliti dalam proses pembuatan senyawa baru.
Senyawa ini memiliki struktur kimia yang khas, dengan dua klorin pada posisi 2 dan 6 pada cincin fenil. Kehadiran klorin memberikan keunikan pada reaktivitasnya, membuatnya cocok untuk reaksi substitusi dan reaksi lain yang memerlukan kestabilan dan reaktivitas tertentu. Selain itu, senyawa ini juga memiliki sifat larut dalam pelarut organik, sehingga memudahkan dalam penggunaan dan pemanfaatan dalam berbagai kondisi laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, termasuk dalam bidang farmasi, kimia organik, dan analisis kimia. Karena kehandalannya dalam berbagai reaksi kimia, senyawa ini menjadi bahan yang sering dicari oleh para peneliti dan mahasiswa yang sedang melakukan eksperimen kimia.
- Reaksi Hidrazinasi untuk sintesis senyawa heterosiklik
- Pembuatan senyawa organik dengan struktur kompleks
- Penelitian dalam bidang farmakologi dan sintesis obat
- Analisis kimia untuk identifikasi senyawa tertentu
- Pengembangan bahan kimia baru dalam bidang material
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 50709-36-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Karena sifat kimianya yang reaktif, wadah harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap korosi, seperti plastik atau gelas. Selama penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, serta menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata.
- Zeng dkk. (2025). Self-repairing tin-based perovskite solar cells using 2,4-dichlorophenylhydrazine hydrochloride as dopant. Synthetic Metals doi:10.1016/j.synthmet.2025.117882
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
