2,7-Di-tert-butylnaphthalene adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering diaplikasikan dalam bidang organik kimia sebagai bahan baku atau intermediet dalam pembuatan senyawa dengan struktur tertentu. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai komponen yang dapat bereaksi dengan berbagai reagen untuk menghasilkan produk yang diinginkan.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil dan memiliki struktur naphthalene yang memberikan kestabilan pada reaksi tertentu. Kehadiran grup tert-butil pada kedua ujung naphthalene memberikan sifat reaktivitas yang spesifik, sehingga memungkinkan reaksi substitusi atau reaksi lain yang memerlukan struktur tertentu. Karena sifat ini, senyawa ini dipilih untuk aplikasi yang memerlukan reaktivitas terukur dan kestabilan struktural.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam sintesis senyawa dengan struktur kompleks. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini untuk eksperimen yang memerlukan presisi dan kestabilan kimia. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti dalam pengembangan senyawa baru dan modifikasi struktur kimia.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan struktur naphthalene modifikasi
- Pengembangan bahan kimia untuk industri farmasi dan bahan kimia industri
- Penelitian reaksi substitusi dan reaktivitas senyawa aromatik
- Uji katalis dan reaktivitas dalam reaksi kimia organik
- Pembuatan senyawa intermediet untuk produksi senyawa akhir
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 10275-58-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Bahan padat berwarna coklat kekuningan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah kontaminasi dan reaksi kimia yang tidak diinginkan. Karena bersifat kimia yang relatif stabil, wadah yang terbuat dari plastik atau kaca yang tahan terhadap reaksi kimia disarankan. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari paparan langsung.
- Rheingold dkk. (2000). Superlattices, polymorphs and solid-state NMR spin–lattice relaxation (T1) measurements of 2,6-di-tert-butylnaphthalene. Chemical Communications doi:10.1039/a909449k
- Dastjerdi dkk. (2024). Molecular mechanisms of asphaltene stabilization by 2,6-Di-tert-butylnaphthalene. Colloids and Surfaces A: Physicochemical and Engineering Aspects doi:10.1016/j.colsurfa.2023.132714
- MIKI dkk. (1992). ChemInform Abstract: Synthesis and Photoreaction of 1,2,3,4‐Tetra‐tert‐butylnaphthalene: A Highly Crowded Naphthalene Derivative and Its Valence Isomers.. ChemInform doi:10.1002/chin.199240101
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
